Kepala staf mengatakan pengesahan hukum septik tidak berguna, bagaimana hal itu bisa terjadi?

Jakarta, CNBC Indonesia – Serikat pekerja menekankan bahwa meskipun ada undang-undang, mereka tidak akan berhenti berperang. Mahkamah Konstitusi (EC) dan tindakan lain dapat mengambil langkah lain, termasuk peninjauan yudisial atau peninjauan yudisial. Di sisi lain, terdapat persepsi di kalangan pekerja bahwa tindakan pekerja akan membuat situasi investasi di Indonesia tidak nyaman meskipun ada undang-undang penciptaan lapangan kerja.

Seid Iqbal, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPSI), mengatakan: “Tidak ada pilihan. Ini akan berlanjut dalam bentuk lain. CNBC Indonesia, Selasa (6/10).

Kapan peninjauan kembali diambil?


Kami tidak mempertimbangkan opsi itu, kami saat ini fokus pada pemogokan nasional, tindakan lebih lanjut akan dilakukan setelah pemogokan nasional, ini yang tidak kami inginkan, dan pada akhirnya tidak akan membuahkan hasil yang baik. Saya telah berhubungan dengan banyak media internasional. Investor menyelesaikan penantiannya. Dan Hukum Penciptaan Lapangan Kerja. “

Ia pun tak luput menyadari bahwa aksi mogok telah dihentikan karena memilih menunggu investasi awal. Namun, langkah ini tidak bisa dihindari karena hak-hak pekerja dirampas sebagai bagian penting dari industri. Bahkan, hak pilih kerap dibungkam.

Memang benar bahwa pemogokan oleh serikat pekerja di seluruh dunia, Konvensi ILO No. 87 dan Konvensi ILO No. 98 sebenarnya dapat merugikan perekonomian di tingkat korporasi dan berdampak secara nasional. Tapi tidak ada pilihan. ” Iqbal.

[Gambas:Video CNBC]

(Hai)


READ  Teleskop Hubble menampilkan gambar Jupiter terbaru dan menunjukkan badai di sisi utara dan selatan planet yang lebih besar.
Written By
More from Saddam Javed

Penderita diabetes harus melakukan ini dengan menghadapi COVID-19

Jakarta, IDN Times – Menurut ADINKES, ketua American Diabetes Association, penderita diabetes...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *