Dengan membeli 6.050 menara telekomunikasi, Mittel akan meningkatkan posisi tawar dalam IPO

Contoh. PT Telecom Indonesia (Perso) sedang menyiapkan portofolio TBB melalui dua cabangnya Mittel dan Telecom.

Reporter: Nur Kolbi | sang penyelenggara- Herlin dan Cartika Dew

KONTAN.CO.ID – Jakarta. Penyedia infrastruktur telekomunikasi PT Dayaitera Telekomunikasi (Mitratel) 6.050 unit PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) senilai Rp 10,3 triliun. Pertukaran properti antar cabang PT Telekomunikasi Indonesia TBik (TLKM) Telecom akan dihentikan secara bertahap pada akhir kuartal pertama 2021.

Menurut Buddy Setianwan Wijaya, Director of Telecom Strategic Portfolio, hal tersebut merupakan bagian dari persiapan portofolio Telecom Group untuk meningkatkan kepemilikan bisnis dan properti serta meningkatkan nilai pemegang saham.

Langkah ini juga merupakan upaya Menciptakan nilai Tower Business dan anak usahanya akan memastikan setiap subdivisi dapat fokus memperkuat lini bisnisnya masing-masing, kata Buddy dalam keterangannya, Jumat (16/10).

Sementara itu, Mittel Tewodros Ardi Hartoko, Presiden Direktur Mitratel, mengatakan langkah korporasi tersebut merupakan salah satu strategi bisnis yang akan digunakan Mittel untuk meningkatkan kapabilitas infrastruktur telekomunikasi.

Baca juga Mittel akan membeli 6.050 menara telekomunikasi senilai Rs 10,3 triliun

Dia mengatakan pengalihan kepemilikan 6.050 menara telekomunikasi Telecom akan memperkuat bisnis Mitrall dan menambah nilai Mittel.

Tewodros juga menilai bisnis menara telekomunikasi masih menjanjikan. Operator telekomunikasi masih melakukan ekspansi untuk meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas jangkauan layanannya.

Apalagi teknologi 5G akan diperkenalkan di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Dengan begitu, dia memprediksi bisnis menara telekomunikasi akan terus membukukan hasil yang positif di masa mendatang.

Pasca pengalihan tersebut, Mitratel akan memiliki lebih dari 22.000 menara yang tersebar di berbagai wilayah untuk melayani seluruh operator seluler di Indonesia.
“Kepemilikan menara telekomunikasi ini bisa menjadikan Mitratel salah satu menara terbesar di Indonesia,” kata Theodore.

READ  Mal berdarah, terpaksa disewa!

Sebelumnya, Mitratel berencana melakukan penawaran umum perdana atau Pasokan publik pertama (IPO)

Menurut Mohammed Asad, analis dari Henan uti Tirai Securitas, pembelian 6.050 menara dari Telecom akan meningkatkan daya tawar Mittel dalam IPO.

Sebab, memiliki menara yang lebih banyak dapat membuat Mittel lebih kompetitif dengan kompetitornya. PT Sarah dan Manara Nusantara Tikbik, kabupaten yang saat ini memiliki penyewaan menara terbesar.TOWR), “Kata As’ad.

Baca juga Pengukuran prospek saham TLKM: Dari IPO Logam hingga Dampak Hukum Omnibus

Per Juni 2020, TOWR setara dengan 21% dari total jumlah menara menara di Indonesia atau 21% menara telekomunikasi di Indonesia.

Pembelian menara tersebut akan berdampak positif pada kinerja Telecom terkait dengan tambahan pendapatan Mittel. Pasalnya, pembelian menara ini akan menambah koleksi tanah dan jumlah sewa yang terdaftar di Mitratel.

Donasi, dapatkan voucher gratis!

Dukungan Anda untuk menyediakan artikel yang berkualitas dan bermanfaat akan menambah semangat kami.

Sebagai pujian atas perhatian Anda, ada voucher gratis yang berharga untuk sumbangan yang dapat dipasarkan. Toko bahagia.



Written By
More from Hulwi Zafar

Di tengah wabah itu, BUMI mencapai $ 2,77 miliar

Jakarta, CNBC Indonesia– PUM BUMI Resources BUMI Pada Januari-September 2020, diperoleh $...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *