Bosnia dan Herzegovina: para migran kembali ke kamp yang terbakar

Setelah kamp pengungsi Bosnia di Lipa terbakar, para migran kembali ke kamp yang terbakar. Sebelumnya, mereka harus bermalam di bus karena warga melarang mereka pergi ke barak.

Ratusan pengungsi telah kembali ke kamp pengungsi Lipa yang terbakar setelah menunggu semalaman di bus untuk diangkut ke akomodasi alternatif di pedalaman.

Sekitar 500 pengungsi sebenarnya akan dibawa ke sebuah barak di Konjic, 45 kilometer barat daya Sarajevo, setelah kebakaran. Usai protes dari politisi dan warga masyarakat, pemberangkatan para migran pun dihentikan. Para pengungsi tinggal di bus selama sekitar 24 jam sebelum harus turun lagi pada sore hari dan kembali ke kamp yang kosong.

Kamp Lipa terbakar seminggu yang lalu dan dibersihkan oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM). Awalnya, tidak ada pengganti yang ditawarkan. Banyak pengungsi dan migran tetap kehilangan tempat tinggal di daerah yang tidak ramah 25 kilometer tenggara Bihac.

Migran terdampar di Bosnia

Mufti besar komunitas Islam Bosnia dan Herzegovina, Hussein Kavazovic, menyerukan perlakuan yang lebih baik terhadap para migran. Situasinya memalukan bagi negara dan bagian Eropa lainnya. “Kami tidak memperlakukan yang membutuhkan seperti ini,” katanya.

Di Bosnia, suasana hati penduduk berbalik melawan para migran sejak Balkan menjadi zona transit yang disebut rute Balkan. Para migran tidak ingin tinggal di Bosnia. Ribuan dari mereka terdampar di sana karena belum bisa melintasi perbatasan “hijau” ke negara tetangga UE, Kroasia.

Info NDR melaporkan tentang topik ini pada 30 Desember 2020 pukul 9:57 malam.


Written By
More from Lukman Haq

Skotlandia meminta perpanjangan tenggat waktu bagi warga negara Uni Eropa di Inggris

ESebulan sebelum berakhirnya kemungkinan bagi warga negara Uni Eropa untuk mendaftar di...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *