Bisakah pegawai pemerintah dipecat karena penipuan? Berikut penjelasannya

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah menjadi mimpi yang menjadi kenyataan bagi banyak orang.

Manfaat pensiun, pendapatan stabil, dan risiko pemecatan yang rendah adalah tiga penyebab paling umum.

Itu disertifikasi oleh negara dan pendapatan bulanan PNS relatif stabil dibandingkan dengan profesi lain. Selama negara tidak dinyatakan bangkrut, pegawai pemerintah akan terus mendapatkan penghasilan bulanan.

Baca juga: Saya malu akhirnya melaporkan istrinya ke polisi dengan alasan bahwa PNS itu punya organ kecil

Baca juga: Putus asa untuk Biggal PNS, pria ini ditembak dan dibunuh untuk melawan pisau saat dia akan ditangkap.

Daya tarik menjadi PNS adalah selain mendapatkan gaji pokok, banyak pula keuntungannya menjadi PNS.

Ini tidak termasuk penghasilan tambahan, seperti perjalanan bisnis (take home rent).

Namun, agar CPS dan PNS ada, konsekuensi alamiah yang terkait dengan disiplin pegawai negeri harus dipatuhi sebagai bagian dari pemerintahan.

Salah satu aturan disiplin bagi PNS terkait dengan kehidupan rumah tangga dimana PNS dilarang melakukan kecurangan.

Izin Nikah dan Cerai Pegawai Negeri Sipil ini telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 diubah dengan Peraturan Pemerintah (PPP) Nomor 45. Itu diberlakukan pada tahun 1983.

Dinas Sipil melarang pernikahan seorang pria atau wanita yang bukan suaminya dan suami istri tidak hidup bersama dalam pernikahan ilegal. Bunyinya Pasal 14 Proklamasi Pemerintah No. 45 Tahun 1990.

Dijelaskan dalam Rule, Kohabitasi artinya hidup bersama sebagai satu keluarga tanpa pernikahan yang sah.

READ  Tidak ada impor! Terungkap bahwa obat CVD-19 ini diproduksi di RI
Written By
More from Hulwi Zafar

Bank telah digugat oleh nasabah karena setoran sudah diambil

Contoh. PT Bank Central Asia Tibic atau BCA di Jawa Timur didirikan...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *