Diduga Menghina Bupati Samosir di Facebook, Imran alias Baron Diciduk Polisi

Imran alias Baron diciduk Polres Samosir. (Ist)

SAMOSIRNews - Pangururan

Aparat Polres Samosir melalui Satreskrim, berhasil menangkap Imran Haryono Simamora alias Baron (32), Jumat (28/2) di Muntok, Bangka Barat,  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah lama diincar, karena diduga melakukan penghinaan melalui media sosial.

"Tim Reskrim Polres Samosir telah mengamankan IHS, atas dugaan penghinaan terhadap Bupati Samosir Rapidin Simbolon melalui postinganya di akun facebook  grup "Menuju Samosir Maju" beberapa waktu lalu," jelas Kapolres Samosir melalui Kasat Reskrim, AKP Jonser Banjarnahor, kepada wartawan, Sabtu (29/2/2020) di Pangururan.

Informasi dihimpun wartawan, tersangka IHS pada postinganya di grup facebook "Menuju Samosir Maju" tersebut, ia menuliskan kata-kata bernada hinaan kepada Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan menyebutnya gagal dalam semua hal.


Ini postingan Imran di facebook yang mengakibatkan dirinya berurusan dengan kepolisian. (Ist)

Sumber di kepolisian menduga, saat membuat postinganya IHS berada  di Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. "IHS ini bekerja sebagai wiraswasta, sejak membuat postingan ia berpindah pindah tempat," terang AKP Jonser.

Dijelaskannya, pertama dia pindah ke Ujung Batu Rokan Riau, lalu pindah lagi ke Batam sampai akhirnya tertangkap di Muntok Provinsi Bangka Belitung. "Dia kira sudah aman, di sana Muntok akun facebooknya dikunci tersangka," imbuh Kasat Reskrim.

AKP Jonser mengataka, pasal yang diterapkan kepada tersangka adalah pasal 28 ayat (2) jo atau pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) Undang Undang no 16 tahun 2016 perubahan atas Undang Undang nomor 11 tahun 2018  tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun Penjara.

Setelah diamankan pihak Polres Samosir, tersangka IHS menyampaikan permohonan maafnya, karena dia mengaku melakukan perbuatannya hanya iseng belaka. "Tidak memiliki tujuan tertentu," sebutnya melalui video pengakuannya.

* Ini video pengakuan Imran;



Reporter; Valensius
Editor; Dian P

Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.