Ulos Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Nasional

Bupati dan Wabup beserta seluruh aparatur Pemkab Samosir, mengenakan ulos. (Ist) 

SAMOSIRNews - Pangururan

Peringatan Hari Ulos dilaksanakan setelah ulos ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia melalui keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 153982G/MPK.A/D/2014 tentang Ulos Batak Toba Sebagai Warisan Budaya.

Kabupaten Samosir sebagai asal muasal Suku Batak, sebagai warga negara Indonesia, tentu bangga dan mau melestarikan warisan para leluhur dengan berbagai ekspresi dan selebarasi ulos.

Hal itu dikatakan Bupati Samosir Rapidin Simbolon,  pada upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkai dengan Hari Ulos di Halaman Kantor Bupati Samosir, Kamis (17/10/2019).

Bupati Rapidin bertindak sebagai inspektur upacara yang juga dihadiri Wakil Bupati Juang Sinaga, Sekdakab, Asisten, SAB, Pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa, FKTM serta seluruh ASN dilingkungan Pemkab Samosir.

Sebagai bentuk peringatan hari ulos, seluruh peserta upacara mengenakan pakaian resmi yang dipadu dengan Ulos Batak.

"Sikap aparatur dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih makin sejahtera, mandiri dan berdaya saing, harus menjadi pedoman," tegasnya.

Momen Hari Kesadaran Nasional dan Hari Ulos, disebutkan Rapidin, merupakan wahana yang tepat untuk melakukan evaluasi dan intropeksi.

Dalam rangkaian acara itu, dia memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada Camat, Kepala Desa dan Lurah yang telah melakukan tata kelola PBB-P2 tahun 2019 dengan baik.

Diantaranya Camat Sianjur Mulamula, Desa Hutanamora dan Kelurahan Tuktuk Siadong sebagai tercepat lunas 100 % PBB-P2 Tahun 2019.

Selanjutnya digelar pertunjukan Tortor 5 Puak oleh Sanggar Tunas Kelapa dan Manortor bersama ”Sipitu Gondang” yang dipandu oleh Ketua FKTM Samosir.

Reporter; Candra
Editor; Freddy


Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.