Sejak 2017, Stunting Menurun di Kabupaten Samosir

Wabup Juang Sinaga didampingi Sekdakab Jabiat Sagala, pada pertemuan akselerasi partisipatif lintas program dan sektor dalam penurunan stunting. (Ist) 

SAMOSIRNews - Pangururan

Sejak tahun 2017, telah menunjukkan penurunan angka stunting pada usia 0-23 bulan sebesar 25,7% dan pada tahun 2018 sebesar 15,91%.

"Namun masih perlu adanya sinergi kebijakan perencanaan lintas OPD di Kabupaten Samosir untuk menuntaskan stunting," sebut Wabup Juang Sinaga, Selasa (10/12/2019) di Aula Kantor Bupati Samosir.

Hal itu ia sampaikan ketika Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan akselerasi partisipatif lintas program dan sektor dalam penurunan stunting.


Juang mengatakan, peningkatan gizi masyarakat merupakan sebuah upaya penurunan prevalensi stunting sebagaimana tertuang dalam sasaran pokok rencana pembangunan jangka menengah 2015-2019. "Hal ini memerlukan sinergi kebijakan pusat, propinsi dan daerah," ujarnya.

Dijelaskan juga, bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita dikarenakan kekurangan gizi kronis yang dapat mwnimbulkan anak terlalu pendek dan gagal tumbuh dalam jangka waktu tertentu.

Maka efeknya, dikatakan Juang, dapat menurunkan tingkat kecerdasan anak yang berlanjut hingga dewasa.  Tentunya perlu untuk diberantas secara bersama-sama, dimana stunting akan berakibat pada turunya produktifitas dan pada jangka panjang akan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan.

Mengatasi hal itu, Wabup mengimbau agar para ibu hamil meningkatkan kunjungan ke Posyandu. "Untuk mengontrol perkembangan gizi bayi secara berkala, demikian halnya dengan balita," pungkasnya.

Selanjutnya para petugas kesehatan juga diminta mengambil peran aktif dalam pemberantasan stunting.

Ada 2 langkah awal pemberantasan Stunting;

1. Perbaikan gizi spesifik (kesehatan) yaitu, perbaikan gizi pada remaja putri (usia produktif), ibu hamil dan persalinan, ibu menyusui dan bayi 0-23 bulan.

2. Perbaikan gizi sensitif melalui ketersediaan air bersih, ketahanan pangan dan gizi,KB, Jaminan kesehatan masyarakat, intervensi untuk remaja perempuan dan pengentasan kemiskinan.

Reporter; Candra
Editor; Freddy


Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.