Kawasan Danau Toba Merupakan "Tambang Emas" Sektor Kepariwisataan

Seminar program pemberdayaan komunitas masyarakat dalam era digital, menopang kepariwisataan kawasan Danau Toba. (Ist)

SAMOSIRNews - Pangururan

"Kawasan Danau Toba merupakan tambang emas bagi sektor pariwisata apaila dieksplorasi secara optimal," ujar Bupati Samosir diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Rikardo Hutajulu.

Hal ini ditegaskannya ketika membuka kegiatan Pemberdayaan Komunitas Masyarakat dalam Pariwisata Kawasan Danau Toba di Hotel JTS Parbaba, Jumat (15/11/2019).

Agenda pemberdayaan diselenggarakan atas kerja sama antara IT Del dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Komunikasi (BAKTI) Kementerian Kominfo.

Rikardo juga menyampaikan, Kawasan Danau Toba merupakan salah satu fokus program pembangunan pemerintah pusat.

Ketua Panitia, Armando Marulitua Sinaga, menyampaikan kegiatan itu diikuti 80 orang terdiri dari unsur Dinas Kominfo Kawasan Danau Toba, para kepala SKPD Pemkab Samosir, narasumber, mahasiswa dan dosen IT Del, jurnalis, dan pelaku wisata serta seni budaya.

Sedangkan Area Manager Traveloka, Eko Cahyono Wibowo, memaparkan ada 12 layanan di Traveloka yang mendukung pariwisata Kawasan Danau Toba.

Dia juga menekankan perlunya eksplorasi yang optimal untuk Kawasan Danau Toba dalam pemasaran pariwisata. "Dari sisi infrastruktur jalan masuk, pariwisata Kawasan Danau Toba telah menunjukkan growth (pertumbuhan; red) yang cepat dengan indikator tiket yang cepat habis untuk tujuan Bandara Silangit," jelasnya.

Di sisi lain, Tigor Edward Siahaan, memaparkan tentang fotografi, bahwa Kawasan Danau Toba memiliki kekayaan eksplorasi wisata fotografi alam, manusia, sejarah, budaya, dan aktivitas keseharian.

Maka menurutnya, dasar utama dalam mengeksplorasi gambar kehidupan kawasan adalah kebersihan, keasrian, dan keramahan.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Samosir memaparkan, proses realisasi KSPN dalam Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Kabupaten Samosir yang memiliki dua Key Tourism Area (KTA) yaitu Simanindo dan Pangururan.
Dijelaskan Rohani, Ranperda Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPARDA) Kabupaten Samosir sedang disusun dan diharapkan akan disahkan pada tahun 2020.

Dia juga mengharapkan agar BAKTI dapat memberikan pengadaan wifi gratis di situs-situs wisata dan budaya sebagai nilai tambah pariwisata Samosir.

Reporter; Candra
Editor; Freddy

Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.