Datang untuk Membangun, Mangihut Sinaga Kedepankan Sikap "Marpanganju" dengan Prinsip Dalihan Tolu

Balon Bupati Samosir, Mangihut Sinaga SH,MH ketika deklarasi pembentukan PPRL.

SAMOSIRNews - Pangururan

Setelah memutuskan untuk serius maju mengikuti kontestasi pilkada Samosir 2020, Mangihut Sinaga SH,MH tetap pada prinsip dasarnya "Datang untuk membangun, bukan mencari pekerjaan".

Sosok pejabat teras di Kejaksaan Agung RI itu, sudah terbiasa dengan sikap "marpanganju " (saling memaafkan; red). "Dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan sosial ini, harus mau saling memaafkan," sebut balon Bupati Samosir Mangihut Sinaga, SH,MH kepada wartawan, Sabtu (21/12/2019) di kediamannya, Sirait, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir.

Mangihut Sinaga dikukuhkan menjadi Ketua Parsadaan Pomparan Raja Lontung.

Sosok Mangihut terlihat sederhana, dekat dengan semua kalangan tanpa pandang status sosial. Walaupun sebagai pejabat Inspektur V JAM Pengawasan Kejaksaan RI dirinya pasti didominasi keseharian bersama para pejabat tinggi.

Namun suami Linda Mariati Napitupulu itu, tetap tampil sederhana. Dengan mengenakan celana pendek dan kaos oblong seadanya ia menghampiri wartawan. "Ayo kita ngobrol di rumah," katanya menyapa dan mengajak masuk ke rumah bolon.

Mangihut Sinaga SH,MH bersama kalangan milenial di Hasinggan, Kecamatan Sianjur Mula-mula. 
Mangihut Sinaga SH,MH yang juga Ketua Umum Parsadaan Pomparan Raja Lontung (PPRL) mengisahkan, dirinya tak akan pernah bisa bersikap sombong dan arogan.

"Karena sejak kecil keseharian saya ditempa dengan kondisi sosial yang keras, untuk melanjutkan sekolah saja harus bisa mandiri," kenangannya.

Kisah ini, menurut ayah dari Ipda Rivaldo Grifier Hasiholan Sinaga, Ady Gabetua Fernandez Sinaga, Rico Lois Antonio Sinaga dan putri semata wayang Avelyn Triani Veronica Sinaga, karena dirinya ditinggal ayah tercinta ketika masih Sekolah Dasar.

Mangihut bersama Uskup Emeritus Anecitus B Sinaga. 
Tapi kesulitan sosial dan ekonomi itu tak membuat semangat Mangihut muda surut, bahkan semangatnya semakin "berkobar" untuk meraih cita-cita besar.

Berkat doa dan dukungan keluarga, Mangihut berhasil menyelesaikan kuliahnya dan menjadi penegak hukum. Tak tanggung tanggung, ia berhasil menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi sebanyak dua kali dan beberapa kali menjadi Kajari.

Pria kelahiran 8 April 1962 itu menjadikan pengalamannya sebagai soko guru di tengah kehidupan keluarga. Sehingga kepedulian sosialnya membuat dirinya dipercaya menjadi tokoh sentral di berbagai organisasi.

Mangihut Sinaga SH,MH mendengar keluh kesah masyarakat. 
"Ketika berbagai elemen meminta dan mendukung kita untuk menjadi Bupati Samosir, tentu kepercayaan ini akan kita emban dengan tulus," pungkas Mangihut yang merupakan Kajari pertama dari 200 jaksa seangkatannya.

Di usia 57 tahun ini, dengan segudang pengalaman birokrat dan organisasi sosial kemasyarakatan, Mangihut Sinaga SH,MH telah berhasil juga mengedukasi PPTSB membangun Tugu Toga Sinaga di Huta Urat II, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Balon Bupati Samosir, Mangihut Sinaga SH,MH di bona pasogit Kabupaten Samosir. 
Mangihut Sinaga saat ini mendapat dorongan kuat dari masyarakat untuk menciptakan perubahan dan perbaikan pembangunan Kabupaten Samosir.

Dorongan itu datang dari berbagai lapisan masyarakat yang mengharapkan Mangihut mewujudkan impian serta hasrat masyarakat Kabupaten Samosir ke arah yang lebih baik.


"Saya datang untuk membangun, bukan untuk mencari pekerjaan. Semoga masyarakat Samosir satu visi dengan saya, melakukan gerakan perubahan menuju percepatan pembangunan," ujarnya.

Sebagai bukti keseriusannya, Mangihut Sinaga SH,MH telah mendaftar ke partai politik dan mengembalikan formulir pendaftaran ke Partai Gerindra, PKB, Partai Golkar dan Partai Nasdem di Kabupaten Samosir.

Reporter; Valensius
Editor; Dian P

Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.