Penambangan Pasir Lokasi Tertimbunnya Guru SMA Ternyata Illegal

Penambangan pasir di Desa Panampangan, Kecamatan Pangururan, dipolisline pihak kepolisian. (Ist) 

SAMOSIRNews - Pangururan

Penambangan pasir lokasi tertimbunnya guru SMA Negeri 2 Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, ternyata tidak memiliki izin.

"Penambangan pasir di Desa Panampangan itu adalah tidak memiliki izin," tegas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Sudion Tamba kepada wartawan, Jumat (8/11/2019) di Pangururan.

Ia menjelaskan, Pemkab Samosir telah melakukan penertiban ke lokasi dimaksud bersama Satpol PP. "Ternyata para penambang kembali melakukan aktivitasnya," ujarnya.

Dikatakan Sudion, pihaknya akan mengambil tindakan tegas untuk melakukan penertiban.

Sementara Kepala Desa Panampangan, Kecamatan Pangururan, Ricat Sigiro juga mengakui bahwa pemerintah desa tidak pernah mengeluarkan atau merekomendasikan perizinan penggalian di desa itu.

"Tidak pernah ada izin apa pun kami keluarkan untuk penggalian pasir di lokasi itu" ujarnya tegas.

Berdasarkan informasi dihimpun,masyrakat setempat sebenarnya sudah melarang kegiatan penggalian pasir illegal itu sejak awal.

Lokasi penggalian pasir illegal itu tampak dipolisline karena di tempat inilah guru SMA Negeri 2 Pangururan, Juniper Limbong tewas tertimbun pasir.

Berdasarkan informasi dihimpun wartawan, ternyata ada beberapa titik lokasi penambangan pasir illegal di Kabupaten Samosir.

Seorang warga, Mikronesia Sinaga menyebutkan, di Kecamatan Nainggolan bahkan buka-bukaan menggunakan alat berat. "Tapi aparat terkait sepertinya tutup mata," tukasnya.

Sekaitan maraknya penambangan pasir illegal itu, ia berharap agar pihak berwajib mengambil tindakan tegas. (tim)

Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.