Dari 182 Kapal Motor di Danau Toba, Baru 99 Diregistrasi Kementerian Perhubungan RI


Kapal kayu di perairan Danau Toba. (Ist) 

SAMOSIRNews - Pangururan

Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir mendata 182 unit kapal kayu, 51 unit speed boat dan 32 unit jetski yang beroperasi di perairan Danau Toba, khususnya wilayah Samosir.

Berdasarkan data itu, sampai saat ini baru 99 kapal yang telah diukur ulang pihak terkait dari Kementerian Perhubungan.

Hal ini disampaikan Kadis Perhubungan Kabupaten Samosir, Nurdin Siahaan kepada wartawan, Sabtu (28/9/2019) di Pangururan.

"Seluruh operator dan pengusaha kapal harus mengutamakan keselamatan penumpang dalam berlayar di perairan Danau Toba," sebutnya.

Ia mengimbau pemilik kapal agar dalam waktu dekat seluruh kapal motor di Samosir diukur dan diregistrasi, sesuai standarisasi Kementerian Perhubungan.

"Hal ini sangat penting, untuk menciptakan kenyamanan penumpang," ujar Nurdin.
Ia juga menyampaikan bahwa alat dan penunjang keselamatan pelayaran di Samosir masih belum maksimal.

"Sehingga diharapkan para operator pelayaran dan pemilik kapa memenuhi standar keselamatan pelayaran dan mengurus sertifikat sesuai peraturan," tegasnya.

Nurdin mengimbau kepada para nahkoda kapal agar saat melakukan pelayaran memperhatikan kondisi kapal harus layak layar, menyediakan alat keselamatan dan pemadam kebakaran.

"Termasuk membuat daftar manifest yang akan diserahkan kepada operator pelabuhan, kondisi cuaca, menggunakan dan mengaktifkan sarana navigasi dan komunikasi," tandas Nurdin.

Sebanyak 99 unit kapal yang sudah diukur dan teregister, dokumen suratnya langsung diserahkan oleh Kementerian Perhubungan RI melalui Balai Pengelola Taransportasi Darat (BPTD) Wilayah II Sumut, Putu Sumarjaya.

Reporter; Valensius
Editor; Dian P
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.