Sudah 2 Tahun Menderita Sakit, Hendrik Manurung Butuh Uluran Tangan untuk Berobat

Kondisi Hendrik Manurung saat ini. (Ist) 


SAMOSIRNews - Tuktuk Siadong

Hendrik PB Manurung (20) warga Lumban Manurung, Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, membutuhkan uluran tangan untuk biaya berobat.

Ia menderita penyakit lambung sejak tahun 2017 lalu, yang membuat bagian perutnya harus di operasi hingga 4 kali di rumah sakit. Namun sampai saat ini, penyakitnya tak kunjung sembuh, bahkan justru semakin memburuk.

Hendrik bersama orangtuanya. (Ist) 

Ayahnya, Jannus Manurung (44) dan ibunya Rosendi Manullang (41) ketika ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (20/8/2019) terlihat lunglay dan sedih.

Rosendi Manullang ibu Hendrik, mengatakan penyakit lambung anaknya berawal dari Demam Berdarah. Namun, pasca terkena DBD Hendrik justru mengalami susah buang air besar.

"Kondisi itu membuat kami membawa Hendrik ke rumah sakit. Dan pihak rumah sakit menyarankan untuk di operasi. Kami setuju dan biaya operasi menggunakan BPJS," kata wanita yang berprofesi sebagai pedagang kelontong tersebut.

Hendrik ketika menjalani perobatan. (Ist) 

Rosendi melanjutkan, setelah di operasi Hendrik kemudian dipasang Colostomy bag untuk membantu proses BAB. "Tapi beberapa hari kemudian, Hendrik justru mengalami infeksi," ujarnya.

Hendrik kemudian kembali di operasi, namun dua minggu kemudian, pria yang gemar bermain bola ini mengalami usus bocor dan akhirnya dioperasi lagi.

"Dia sudah empat kali di operasi, namun tidak membuahkan hasil. Saya kasihan melihat anak saya. Selama sakit, dia sangat menderita, tapi dia punya semangat hidup yang kuat," tutur Rosendi, ibu yang memiliki 4 anak ini.

Sementara Jannus Manurung ayah Hendrik, mengaku jika keluarga hampir putus asa. "Keluarga menyarankan untuk membawa Hendrik ke Rumah Sakit Adventis Hospital di Penang, Malaysia," kenangannya.

Setelah dibawa ke Penang, harapan baru dan semangat baru kembali hadir, karena dokter menyebut bahwa Hendrik masih dapat diobati.

"Jadi waktu di rumah sakit, dokter bilang anak saya harus di operasi lagi sebanyak dua kali. Hal ini dilakukan karena virus yang berada di tubuh Hendrik telah mencapai 65 % dari normalnya 15 %," beber Jannus Manurung.

Namun keluarga saat ini terkendala biaya, dibutukan sekitar 80.000 RM atau sekitar Rp. 280.000.000 untuk 2 kali tindakan operasi.

Sebagai ayah yang berprofesi sebagai supir bus, tentu sangat berat bagi Jannus dengan biaya pengobatan anaknya. Belum lagi biaya yang telah dikeluarkan sejak anaknya sakit.

"Kami bingung, uang sebanyak itu dari mana kami dapat. Sementara jadwal operasi rencananya akan dilaksanakan tanggal 12 September mendatang. Bagaimana anak ku ini nantinya," ujarnya sedih.

Ia dan keluarga sangat berharap bantuan dari berbagai pihak, baik Pemerintah Daerah dan juga dermawan untuk mengulurkan tangannya memberikan bantuan agar anaknya dapat berobat dan sembuh kembali.

Hendrik Manurung saat di rumah sakit. (Ist) 

"Kami sangat berharap. Dan kami ingin anak kami dapat sembuh kembali. Kami mengharapkan uluran tangan saudaraku semua," tuturnya menitikkan air mata. 

Ditemui di kamarnya, Hendrik Manurung terlihat kurus dan tak berdaya. Wajahnya pucat dan perutnya terlihat dilapisi kain kasa menutupi bekas operasi. Saat kain kasa dibuka, tampak perutnya memiliki 3 lubang hingga memperlihatkan ususnya.

Pandangannya sayu dan enggan berbicara. Ia kelihatan kesulitan mengangkat tubuhnya karena kondisinya yang sangat lemah.

Bagi yang ingin memberikan bantuan, dapat mengirimkan bantuan melalui nomor rekening sepupunya atas nama Sabrina Anjelina Siburian dengan nomor: 524701007989537 Bank BRI. Dan nomor HP yang dapat dihubungi 081370288673.

Penulis; Robin Nainggolan
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.