5 Orang Dukun "Begu Ganjang" Ditangkap Polisi di Labuhan Batu

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang memberikan keterangan pers, terkait penangkapan 5 orang dukun. (Ist) 

SAMOSRNews - Labuhan Batu

Polres Labuhanbatu menangkap 5 orang dukun yang menyebar informasi bahwa seorang warga memelihara "begu ganjang" di Dusun Kampung Pelita, Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang menjelaskan, penangkapan tersangka berdasarkan LP/64/VII/2019/ RES-LBH SEK Bilah Hilir, tanggal 27 Juli 2019 dengan pelapor Nelson Raja Gukguk, saksi Adon Sinaga (46), Indratno Aruan (33), Elfin Sihombing (34), warga Dusun Kampung Pelita, Desa Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Dijelaskan Frido, pada Sabtu (27/7/2019) sekira pukul 15.00 WIB, atas udangan masyarakat di Dusun Kampung Pelita, Desa Selat Besar, tersangka R boru S (42), warga Titi Merah, Kelurahan Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai bersama temannya JAP (27), warga Dusun 1, Desa Tanjung Purba, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, DCP (22), warga Dusun Karang Anom, Desa Babolon Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, BSS (31), warga Dusun III, Desa Sari Matondang, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun dan DJP (18), warga Dusun Karang Anom, Desa Babolon Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun diminta melakukan pengusiran roh jahat.

Ketika itu telah tersiar di Dusun Kampung Pelita ada warga yang memelihara begu ganjang.

Saat para dukun palsu itu melakukan ritual, tersangka JAP mengarah ke rumah korban Nelson Rajagukguk. Ia mengatakan di atas rumah korban ada benda yang diduga mistik.

Mendengar hal itu, Ojahan yang merupakan anak korban, langsung memanjat ke atas teras rumahnya dan tidak ada menemukan benda mistik,selain paku payung bekas bangunan.

Kapolres AKBP Frido menambahkan, dari hasil proses sidik ditemukan fakta-fakta terkait perbuatan tersangka. "Mereka memiliki peran masing-masing," ujarnya.

Disebutkannya, R boru S berperan sebagai koordinator dukun melakukan pengusiran roh jahat dan menerima uang dari perwakilan masyarakat Dusun Kampung Pelita sebesar Rp. 35 juta.

"Untuk upah dan biaya akomodasi keberangkatan para tersangka dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia BK 1873 NI," imbuhnya.

Selanjutnya, JAP berperan sebagai dukun melaksanakan ritual pengusiran roh jahat dan dibantu DCP dan BSS temasuk DIA sebagai supir.

5 dukun itu tersangka ditahan bersama barang bukti 1 botol mineral berisi lidi tunggal, 1 unit mobil Daihatsu Xenia BK 1873 NI dan satu bungkus plastik asoi yang berisi paku payung sebanyak 10 biji berukuran 10 inci. (BS)

Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.