Komplotan Maling "Becak Hantu" Diringkus Polisi, Dua Didor

Polresta Medan ringkus komplotan maling "becak hantu". (Ist)

SAMOSIRNews- Medan

Komplotan maling yang kerap disebut 'Becak Hantu' dan kerap melakukan akasinya menggunakan becak motor berhasil diringkus Satreskrim Polrestabes Medan.

Polisi meringkus tiga orang pelaku komplotan yang aksinya telah viral di media sosial, dua diantaranya terpaksa dilumpuhkan karena dinilai tidak kooperatif.

Dua pelaku yang dilumpuhkan yaitu PS alias Gondit dan NP alias Natal, sementara ASP alias Toni tidak ditembak karena lebih koperatif.

"Ketiganya merupakan warga Jalan Elang Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, Kamis (18/7/2019).

Dadang menjelaskan, dalam aksinya komplitan ini menggunakan becak dan selalu berpura-pura mencari sisa makanan pada tempat-tempat pembuangan sampah di komplek-komplek perumahan warga untuk dijadikan makanan ternak.

Dengan aksi tersebut, petugas keamanan komplek menjadi tidak curiga. Padahal, dibalik kegiatan tersebut mereka ternyata mengintai rumah-rumah kosong maupun sepeda motor warga yang terparkir.

"Kami menerima laporan maraknya aksi pencurian dengan modus 'becak hantu' bahkan sampai ada yang viral di medsos lalu melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Karena sudah sangat meresahkan, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi komplotan ini.

Hasil penyidikan dan keterangan tersangka, mereka sudah puluhan kali melakukan aksi dengan modus serupa.

"Kita masih melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya," tegas Kombes Dadang Hartanto.

Sementara barang bukti yang diperoleh dari para tersangka antara lain,  4 unit beca motor (betor), 2 buah gunting pemotong hidrolik, 1 buah linggis, 1 buah martil, 1 buah kunci leter T, 2 anak kunci T, 1 kunci leter L, uang Rp25 Ribu. (PS)

Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.