Aneh, Gadaikan Istri Rp. 250 Juta Berujung Pembunuhan

Apari Polres Lumajang mengamankan tersangka pelaku pembunuhan yang disebut menggadaikan istrinya. (Ist)

SAMOSIRNews - Lumajang

Warga Kabupaten Lumajang digegerkan dengan berita pembunuhan berencana salah sasaran yang terjadi di Dusun Argomulyo Desa sombo Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang, Selasa (11/6/201)).

Pelaku sendiri diketahui bernama Hori bin Suwari (laki-laki, 43 th) warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang.

Tersangka sendiri mulanya nekat ingin membunuh seseorang yang bernama Hartono (40 th) warga desa sombo kec. gucialit, namun salah sasaran terhadap seseorang yang bernama Muhammad Toha (laki-laki, 34 th) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang.

Peristiwa diawali dimana tersangka Hori meminjam uang kepada Hartono Rp 250 juta dengan jaminan istrinya digadaikan kepada Hartono.

Kemudian istri Hori bernisial R (35 th) diserahkan ke Hartono sampai Hori mampu melunasi hutangnya baru istrinya dapat dikembalikan.

Setelah 1 tahun berlalu, Hori ingin menebus hutangnya dengan memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali. Tapi Hartono meminta agar dikembalikan dalam bentuk uang, bukan diganti sebidang tanah.

Karena kecewa, akhirnya Hori merencanakan pembunuhan, kemudian mendatangi Hartono yang berada di wilayah Desa Sombo Gucialit.

Saat melihat seseorang yang mirip Hartono, pelaku langsung membacok korban. tapi setelah pembacokan, pelaku keget karena yang dibacok ternyata orang lain yang bernama Muhammad Toha.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, adanya degradasi moral yang terjadi pada pelaku.

"Selain kasus pembunuhan, saya juga miris mendengar pengakuan pelaku yang menggadaikan istrinya. Saya akan dalami motif sebenarnya kasus ini," tegasy.

Menurut Kapolres, kasus itu bukan hanya masalah pembunuhan tapi juga ada persoalan dibaliknya, dimana pelaku menggadaikan istrinya sendiri.

"Peristiwa ini tentu diluar nalar kita, karena selama ini yang digadaikan adalah barang berharga. Tapi untuk kasus ini yang digadaikan adalah sang istri," imbuhnya.

SementaraKatim Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra menjelaskan, pelaku diancam hukuman selama 20 tahun penjara.

"Setelah kami introgasi, pelaku mengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar hutangnya menjadi hangus serta mendapatkan kembali istrinya," sebutnya.

Ternyata tersangka salah target, selanjutnya pelaku diancam hukuman penjara selama 20 tahun sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. (SMAS)

Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.