Ungkap Perampokan di Tele, Polres Samosir Berhasil Menangkap 5 Tersangka di Medan

Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat didampingi Kasat Reskrim AKP Jonser Banjarnahor memberi keterangan kepada wartawan. (SAMOSIRNews/Valensius)

SAMOSIRNews - Pangururan

Kapolres Samosir, AKBP Agus Darojat menghadirkan 5 tersangka saat pemaparan kasus perampokan terhadap Januardi (38), warga Tiram Seulayat Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, Sabtu (18/5/2019) di Mapolres Samosir.

Januardi dan temannya yang melintas menggunakan pick-up di jalan nasional Samosir - Sanggul, tepatnya di Desa Baniara, Partukkot Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada Rabu (9/5/2019), dibegal 5 perampok.

AKBP Agus menjelaskan kronologis kejadian, para tersangka mencegat mobil korban yang datang dari Medan menuju Dolok Sanggul dan langsung memecahkan kaca mobil bagian kiri dan kanan.
"Selanjutnya para tersangka mengikat korban dan membuang para korban di daerah Paropo, Silalahi," sebutnya.

Dikatakan Kapolres, dalam keadaan terikat para korban berusaha menyelamatkan diri, setelah berjalan sekitar 2 jam, mereka tiba di jalan umum dan mendatangi Polsek Sumbul, Kabupaten Dairi. Karena TKP di Samosir, korban diarahkan untuk melaporkan ke Polres Samosir.

Mendapatkan laporan dari korban, Satuan Reskrim Polres Samosir melakukan penyelidikan hingga mengetahui lokasi persembunyian para tersangka, selanjutnya dilakukan penangkapan di Jalan Sembada, Padang Bulan, Kecamatan Medan Selayang.

Kelima tersangka Okber Hutabarat (37) pecatan polisi, Parsaoran Simbolon (27), Lisber Simbolon (34), Sopan Sinaga (27), keempatnya warga Dairi dan Suarip (35), warga Medan. Mereka ditangkap dari persembunyiannya di Medan, Kamis (16/5/2019).

Pada saat penangkapan terpaksa ditembak pada bagian kaki karena melakukan perlawanan. Selanjutnya diboyong dari Medan ke Samosir dan dirawat di RSUD dr Hadrianus Sinaga Pangururan.

Polisi juga mengamankan barang bukti mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1159 ZV, 3 bilah parang panjang, 1 batang besi bulat, 1 batang kayu, 26 sak pakan ikan dan 1 gulungan lakban warna kuning.

Para tersangka diancam melanggar pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp150 juta rupiah.

"Dihimbau kepada masyarakat Samosir dan wisatawan yang melintas di Samosir supaya menghindari perjalanan di malam hari guna menghindari terjadinya tindak pidana yang dapat terjadi sewaktu-waktu," ujar AKBP Agus.

Selain mengungkap kasus perampokan di Tele, Polres Samosir juga berhasil menangkap tersangka begal di Pintu Batu, Desa Rianiate, Kecamatan Pangururan.

Reporter; Valensius
Editor; Dian P

Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.