Tak Mau Bayar Setelah Kencan, Nyawa Melayang

Polres Metro Tangerang menggelar konferensi pers, terkait penganiayaan dan pembunuhan oleh tersangka T. (Ist)

SAMOSIRNews - Jakarta 

Aparat Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan serta penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Polres Metro Tangerang Kota dipimpin Kapolres Metro Kombes Pol Abdul Karim, SIK, MSI didampingi oleh Kasat Reskrim AKBP Deddy Supriadi, SIK, MIK dan Kasubbag Humas Kompol Abdul Rachim, menggelar konferensi pers, Kamis (02/0/2019).

Dijelaskan Kapolres, bahwa korban dan tersangka bernama JM alias T merupakan seorang waria berkenalan melalui media sosial. Setelah itu, keduanya kopi darat di sebuah apartemen di Cipondoh.

“Kronologis kejadiannya, pada hari Sabtu tanggal 13 April 2019, sekira jam 11.00 WIB, piket Reskrim Polsek Cipondoh mendapat laporan penemuan mayat di TKP. Kemudian tim Reskrim dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Moh Tapril, SH melakukan olah TKP dan diketemukan luka tusuk di dada sebelah kanan yang diduga penyebab kematian korban,” sebut Kombes Abdul Karim.

Kemudian tim Resmob Polsek Cipondoh gabungan tim Resmob Polres Metro Tangerang Kota melakukan pengejaran ke Bogor yang diduga tempat tinggal orang tua JM.

“Selanjutnya, tim Resmob melakukan pengejaran ke rumah kakak JM di daerah Pekalongan,” imbuhnya.

“Minggu (14/4/2019) sekira pukul 13.00 WIB, gabungan Unit Resmob Polres Metro Tangerang Kota dan Unit Reskrim Polsek Cipondoh dipimpin Kanit Resmob AKP Awaludin Kanur, SIK dan Kanit Reskrim Polsek Cipondoh Iptu Moh Tapril, SH, dan Kasubnit Resmob Ipda Adityo Wijanarko, SH, mengamankan diduga pelaku pembunuhan,” jelas Kapolres.

Menurut pengakuan tersangka, nekat melakukan pembunuhan disebabkan oleh cekcok mulut setelah uang pembayaran melakukan hubungan badan, diambil kembali oleh korban. 

Kepada sejumlah wartawan di Markas Polres Metro Tangerang Kota, tersangka T mengakui pembunuhan yang dilakukannya itu. Alasannya, kesal karena MD (29 tahun), mengajak berkencan tapi tidak mau membayar.

"Saya pasang tarif Rp 900 ribu sekali kencan dalam waktu singkat alias short time," katanya,

Menurut T, setelah berkencan MD bukannya memberi uang Rp. 900 ribu malah mau nambah. "Dia pengen long time, bukan sebagai tamu tapi sebagai pacar sendiri," katanya lagi.

Sempat cekcok mulut, T mengaku lalu menusuk MD dengan pisau yang ada di apartemen itu. Dia menusuk di bagian dada hanya sekali. Hasil visum menunjukkan, meski cuma sekali tapi tusukan di dada itu yang menewaskan DM.

Akibat perbuatannya dia dijerat pasal 338 KUHP sub pasal 351 ayat (3) KUHP. "Ancaman paling lama penjara 15 tahun," pungkas Kapolres. (PMJ/Jos)
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.