Raih Suara Terbanyak, Sopir Angkot Ini Jadi Caleg Unggul di Kabupaten Buton Tengah

La Ode Alim Alam. (Ist)

SAMOSIRNews - Buteng

Seorang calon anggota legislatif (caleg) yang bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) membuat geger warga usai berhasil duduk sebagai anggota DPRD kabupaten.

Caleg yang diketahui bernama La Ode Alim Alam (40) ini mengungguli caleg berlatar tokoh masyarakat yang berasal dari kalangan pengusaha dan pengurus partai.

La Ode Alim maju dari Partai Nasdem Dapil II Buteng. Dia merupakan utusan partai yang bertarung di wilayah Kecamatan Gu dan Sangia Wambulu pada Pemilu 17 April lalu.


Ia membuat kejutan saat berhasil merebut 420 suara di wilayahnya. Bahkan, Ketua DPC Nasdem Kecamatan Gu, Sukardi berhasil dikalahkannya dengan selisih sekitar 90 suara lebih.

La Ode Alim berada pada urutan pertama di dapilnya usai berebut suara dengan 72 caleg dari seluruh partai lainnya di wilayah Kabupaten Buteng. Jumlah caleg sebanyak ini, memperebutkan suara sebanyak 21 ribu suara, sekitar 7.000 orang DPT berada di wilayah Dapil II.

"Saya unggul dari Ketua DPC Nasdem. Ada empat orang caleg Nasdem yang lolos di wilayah Buton Tengah dari lima dapil, saya salah satunya," ujar La Ode Alim Alam, Senin (29/4/2019).

Awalnya, La Ode Alim Alam tidak begitu optimis saat mulai gencar bersosialisasi sejak pertengahan 2018 lalu. Sebab, berbagai cobaan datang dari warga dan orang yang tak mendukungnya.

"Tapi, Oktober 2018 saya mulai mantap maju di DPRD. Tidak peduli mereka mau hina saya atau tidak," kata La Ode Alim Alam.

Pria yang memulai kerjanya sebagai sopir sejak 2009 ini mengungkapkan, saat mulai mengenalkan diri sebagai caleg kepada warga, dia banyak mendapat cibiran. Bahkan, dia mengaku pernah mengeluarkan air mata karena merasa sakit hati.

"Saya pernah dengar mereka bilang untuk apa pilih saya. Kata mereka Apa yang saya bisa kerjakan, tapi saya terima saja. Sebab saya punya cita-cita dan mimpi membangun masyarakat yang lebih baik di wilayah saya," katanya.

Sejak mulai memantapkan diri maju sebagai caleg, La Ode Alim Alam mulai aktif berkampanye kepada keluarga dan tetangga. Namun, waktunya diakui lebih banyak dihabiskan di atas mobil angkot miliknya.

"Saya sering kasitahu penumpang jangan terpengaruh uang, memilih berdasarkan hati dan mendekati mereka dengan sopan. Itu yang bisa saya lakukan karena memang saya tak punya banyak uang," ujarnya.

Sejak penumpangnya tahu dirinya sebagai caleg, dia tak pernah mendekati mereka dengan menggratiskan sewa. Diungkapkan pria yang pernah berprofesi sebagai tukang batu itu, dia sering memberikan tumpangan gratis bagi para orangtua.

"Kadang, orangtua yang dari kebun atau pasar saat sore hari atau malam sering saya antar mereka. Tidak saya paksa minta uang, mereka bayar ikhlas Rp 2.000 atau Rp 3.000 saya ambil saja padahal harusnya sewa Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu," ujarnya.

Kejadian ini, diceritakan La Ode Alim Alam berlangsung sebelum dia mencalonkan diri menjadi caleg. Malah, hampir setiap Minggu ada saja beberapa orang yang sering diberi tumpangan mobil angkot saat membutuhkan.

Sumber; Liputan6
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.