Pengerjaan Proyek Jalan Nasional Lingkar Samosir Menimbulkan Genangan Air

Genangan air di Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan meresahkan masyarakat. (SAMOSIRNews/Robin)

SAMOSIRNews - Pangururan

Pekerjaan proyek jalan nasional menyelesaikan preservasi dan pelebaran Jalan Lingkar Pulau Samosir sepanjang 123 kilo meter, dinilai kurang profesional.

Idealnya proyek multy year yang akan meningkatkan konektivitas dan mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba itu, harus memperhatikan kebutuhan warga setempat.

"Namun penanganan proyek itu sepertinya asal asalan, tanpa memperhatikan keselamatan dan kenyamanan warga setempat," sebut penduduk yang berdomisili di seputaran proyek, Marko Sihotang kepada wartawan, Rabu (15/5/2015).

Dijelaskannya, proyek reservasi dan pelebaran jalan nasional melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, Ditjen Bina Marga secara bertahap sejak tahun 2016 dan ditargetkan selesai pada tahun 2019 itu, telah menyebabkan ada kubangan di beberapa titik.

"Beberapa kubangan itu ada di daerah Buhit, Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan," sebut Marko.

Ia mengharapkan pelaksanaan proyek khususnya Paket 1 Paket 1, Preservasi dan Pelebaran Jalan Pangururan – Ambarita – Tomok – Onan Runggu sepanjang 75,90 Km dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp 367,21 miliar itu tidak main-main.

"Ini menyangkut nyawa masyarakat, karena rentan kecelakaan dan akan menggangu kesehatan kalau dibiarkan berlama-lama," tegasnya.

Mantan anggota DPRD Samosir itu meminta kontraktor paket 1, PT PP dan PT Seneca mengerjakan proyek dengan profesional dan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekitar proyek.

"Kalau pekerjaan galian yang mengakibatkan kubangan itu tidak diselesaikan secepatnya, kita akan ajak warga melakukan aksi memancing di sana," tuturnya.

Karena menurutnya, kubangan di beberapa titik lokasi proyek telah menjadi genangan air, ibarat kolam pancing.

Kemudian diungkapkan Marko, pekerjaan preservasi dan pelebaran Jalan Lingkar Pulau Samosir untuk item pembangunan tembok penahan tebing untuk mengurangi risiko longsor di sekitar ruas jalan, perlu lebih transparan.

"Ada temuan kita di lapangan, di satu titik dengan kondisi sama, sebagian di cor besi tapi di bagian lain hanya pasang batu," pungkasnya.

Penulis; Robin Nainggolan
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.