Pelaku Pembunuh Satu Keluarga Daperum Nainggolan, Dituntut Pidana Mati

Harris Simamora dituntut hukuman mati. (Ist)

SAMOSIRNews - Bekasi

Pelaku sadis pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, dituntut pidana mati pada sidang putusan Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi, Senin (27/05/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada tuntutannya menyatakan Harris Simamora terbukti melanggar pasal 340 KUHP (Dakwaan Kesatu Primair) dan pasal 363 ayat 1 ke – 3 KUHP, dengan kualifikasi pembunuhan berencana dan pencurian dengan pemberatan.


"Terdakwa Harris Simamora alias Harris alias Ari telah terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersalah melakukan tindak pidana dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," jelas JPU Fariz Rachman.

Maka menurutnya,  JPU menjatuhkan pidana terdakwa Harris Simamora dengan pidana mati dan dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Terhadap tuntutan JPU itu, terdakwa beserta penasehat hukumnya akan mengajukan pledoi pada sidang Senin (24/6/2019).

Kasus pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan, perantau asal Hariara Tolu, Kecamatan Pangururan itu,  menyisakan cerita memilukan.

Empat orang anggota keluarga ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada Selasa, 13 November 2018 lalu, sekira pukul 06.30 Wib.

Para korban yakni Diperum Nainggolan (suami),  Maya Boru Ambarita (istri) Sarah Boru Nainggolan (anak) dan Arya Nainggolan (anak).

Keempat korban pembunuhan sadis itu, disemayamkan di kampung halaman Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. (BS)

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.