Curi Mobil di Balige, Spesialis Curanmor Antar Kabupaten Ditangkap Polisi

Aparat kepolisian menangkap spesialis curanmor antar kabupaten. (Ist)

SAMOSIRNews - Medan

Personil Unit Reskrim Polsek Sunggal meringkus dua spesialis pelaku pencurian mobil antar kabupaten/kota.

Penangkapan tersebut berhasil dilakukan oleh tim pegasus Polsekta Medan Sunggal berkat kerja sama tim yang solid dan informasi dari masyarakat.

Kedua pelaku adalah, Lupi Handoko (37) warga Jalan Tanjung Selamat dan Deky Wahyu Utomo alias Dedek (43), warga Dusun II, Tanjung Selamat, Sunggal, Deliserdang.

Penangkapan tersebut berkat pengaduan Poltak Sitanggang (40)–warga Jalan TD Pardede, Kecamatan Balige ke Polsek Balige Polres Toba Samosir sesuai laporan bernomor: LP/ /V/ 2019/SU/TBS/SEK BLG. Dalam laporannya, Poltak mengaku kehilangan satu unit mobil Suzuki Carry BK 1315 EA.

“Aksi itu dilakukan Sabtu (18/5/2019), saat kedua pelaku pergi menuju Porsea. Tiba di sana, pelaku melihat satu unit mobil carry milik korban yang terparkir di depan rumah,” kata Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi, didampingi Kanit Reskrim Iptu Syarif Ginting, Selasa (21/5/2019).

Setelah memantau situasi, kedua pelaku langsung beraksi dengan merusak kunci pintu mobil. Selanjutnya, pelaku membobol kunci kontak mobil dan langsung membawanya kabur. “Setelah berhasil, pelaku membawa mobil ke Medan,” jelas Yasir.

Namun, ketika tiba di Medan, polisi mendapat laporan dari informan bahwa di Jalan Perjuangan, Gang Delima ada dua orang diduga pelaku pencurian kendaraan roda empat. Mendapat informasi itu, petugas langsung bergerak ke lokasi dimaksud dan berhasil mengamankan kedua pelaku.

“Dari tangan keduanya, kita mengamankan barang bukti satu unit mobil Suzuki Carry BK 1315 EA, 3 unit hp, tang hidrolik, linggis, 2 buah gancu dan 2 buah tombak,” jelas Yasir.

Lebih lanjut dikatakan mantan Kapolsek Patumbak itu, saat akan ditangkap, keduanya berusaha melawan petugas.

“Karena keduanya berusaha melawan dan hendak kabur, kita lakukan tindakan tegas dan mengenai kaki kiri masing-masing pelaku,” tegasnya.

Hasil interogasi polisi, kedua pelaku mengaku telah melakukan aksi serupa sebanyak 4 kali di wilayah Porsea, Sipirok dan Balige. “Pelaku dipersangkakan dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Sumber; Polda Sumut

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.