Tagihan Telepon Biasanya Rp 50 Ribu Tiba Tiba Menjadi Rp 11,9 Juta, Ini Penyebabnya


SAMOSIRNews - Kediri

Ririn Ike Wulandari (37) asal Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Jawa Timur, merasa lega karena putra sulungnya sekarang ini sudah lepas dari jerat gim online.

Menurut perempuan lulusan strata satu Guru Bahasa Inggris di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Kediri Jawa Timur ini, ia memang sengaja melarang puteranya itu untuk bermain gim online usai bobolnya tagihan bulanan telepon provider pasca bayar yang mencapai Rp 11,99 juta.

"Setelah kejadian dia enggak berani nanya mau pinjam handphone, atau nanya password, biasanya seperti itu kalau pulang sekolah. Jadinya sekarang dia tidak pegang handphone sama sekali," tutur Ririn Ike Wulandari saat ditemui di rumahnya, Senin, 15 April 2019.

Meski sekarang sudah tidak bermain gim online, Ririn masih memberikan kebebasan kepada puteranya itu untuk berkreasi mengembangkan bakat yang dimilikinya untuk menjadi seorang Youtubers.

"Tapi masih bisa akses internet, ya lewat YouTube melalui laptop. Dia memang cita-citanya pengin jadi Youtubers, kalau sudah punya uang kelak pengin membantu orangtua, katanya seperti itu," ujar Ririn.

Ririn menceritakan, Bd (12) sebenarnya baru mengenal permainan gim online sejak baru beberapa bulan ini. Sebelumnya, ia mengenal pribadi puteranya yang baru duduk di kelas 6 itu sebagai anak yang ceria dan banyak melakukan aktivitas kegiatan di luar bersama para teman sebayanya.

"Kalau nge-game baru sebenarnya, beberapa bulan ini, ya di tahun 2019. Sebelumnya banyak sekali aktivitas di luar dengan para temanya, ketika liburan kayak berenang terus voli, Badminton," ucapnya.
Setelah mengenal permainan gim online, ia merasakan ada sesuatu yang berubah pada diri Budi. "Gim itu dampaknya buruk sekali, yang pertama mengubah perilaku sebelumnya ceria berubah jadi pemarah. Anak saya itu kalau kalah marah sama gimnya. Pernah main itu marah dibanting stiknya," ujarnya.

Selain membawa dampak buruk pada perubahan perilaku anak, gim juga memiliki sisi negatif pada pendidikannya. "Sempat turun juga nilainya, karena mungkin kepikiran sama gim. Sebelum mengenal gim, dia dulu itu cerdas, dia juga kalau disuruh belajar jadi malas," tutur Ririn.

Agar peristiwa serupa tidak kembali terulang, Ririn sementara ini tidak memberikan izin kepada puteranya untuk membawa handphone, dengan maksud agar lebih dulu fokus dalam menghadapi ujian akhir sekolah.

"Untuk sementara saya memberikan sanksi untuk tidak pegang handphone, jadi biar dia fokus untuk sekolah. Karena dia sekarang ini lagi ujian akhir," ujarnya.

Seperti diketahui, perempuan yang kesehariannya membuka usaha warung makan di rumah tersebut sontak kaget setelah mengetahui tagihan telepon pascabayar milik suaminya membengkak.

Padahal, sebelumnya biaya pengeluaran tagihan telepon tiap bulan hanya 50 ribu, tiba-tiba berubah menjadi Rp 11 juta.

Setelah ditelusuri, ternyata diketahui jika puteranya menggunakan nomer telepon dan email ayahnya untuk gim online. Ririn kemudian mencurahkan isi hati peristiwa yang dialaminya itu melalui akun Facebook dan menjadi viral.

Sumber; Liputan 6

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.