Pesta Demokrasi Menentukan Nasib Bangsa Lima Tahun, Memilih Harus dengan Hati Nurani


Bupati Samosir Pimpin Rapat Tim Pemantau dan Perkembangan Politik di Kabupaten Samosir. (Ist)

SAMOSIRNews - Pangururan

Pemilihan Umum serentak 17 April 2019 yang tinggal 6 hari lagi, merupakan sebuah pesta demokrasi sebagai sarana menggunakan hak pilih untuk memilih pemimpin bangsa.

"Untuk itu, seluruh elemen masyarakat untuk berpikir jernih, bijak dan cerdas dalam menentukan. Karena sangat menentukan nasib bangsa untuk 5 tahun ke depan," tandas Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Rabu (10/4/201).

Selain itu, ia mengimbau agar jajaran Kepolisian dan TNI mampu menjaga keamanan, sebelum, sesaat dan sesudah pelaksanaan pemungutan suara.

 Samosir sebagai penyelenggara, diharapkan Rapidin dapat melaksanakan tahapan Pilpres dan Pileg sesuai jadwal yang sudah ditetapkan dengan baik. "Kita berharap semua berjalan aman dan terkendali," sebutnya.

Kemudian, kepada Bawaslu Samosir ditekankan tetap mencermati setiap potensi pelanggaran yang terjadi. "Tim Pemantauan perkembangan politik juga, harus melakukan pemantauan dan monitoring di semua desa dan TPS," imbuhnya.

Dikatakan Rapidin, peran serta masyarakat untuk ikut serta berkontribusi dalam menyampaikan informasi yang benar,  mendorong terciptanya suasana aman, kondusif di lingkungan masing-masing.

Berbagai imbauan itu disampaikan Bupati Rapidin, saat Rapat Kerja Tim Pemantau Perkembangan Politik yang digelar Kesbangpol di Aula Kantor Bupati Samosir.

Turut hadir Wabup Juang Sinaga, Kapolres, Kajari Pabung 0210 TU, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Staf Ahli Bupati, Asisten I Setdakab serta seluruh Camat se Kabupaten Samosir.

Reporter; Halomoan N
Editor; Dian P

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.