Sukseskan Pemilu 2019, Pemkab Samosir Adakan Pembinaan Toleransi dan Kerukunan Beragama

Masyarakat Kabupaten Samosir bersepakat menjaga kerukunan umat beragama. (SAMOSIRNews/Josner)

SAMOSIRNews - Pangururan

Untuk mensukseskan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019, Pemkan Samosir melalui Kantor Kesbangpol mengadakan Pembinaan Toleransi dan Kerukunan Hidup Beragama di Hotel Dainang Kecamatan Pangururan, Kamis (21/3/2019).

Sosialisasi Pembinaan Toleransi dan Kerukunan Beragama, mengambil tema "Menciptakan Pemilu Damai dengan Mengedepankan Toleransi Umat Beragama". 

Sekdakab Samosir Jabiat Sagala, hadir sekaligus sebagai narasumber bersama Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat, Ketua FKUB Samosir Mangido Tua Pandiangan, Ketua MUI Samosir Erwansyah, dengan peserta para tokoh agama se-Kabupaten Samosir.

Bupati Samosir dalam sambutannya disampaikan Sekretaris Daerah mengatakan, bahwa kerukunan hidup antar umat beragama di Kabupaten Samosir dalam suasana aman, tentram dan damai. 

"Pemkab Samosir memberikan apresiasi yang tinggi atas segala upaya masyarakat dan segenap elemen masyarakat dalam menjaga toleransi dan kerukunan hidup beragama yang harmonis," ujarnya.

Dijelaskan, tokoh agama harus mampu melakukan deteksi dini dan pemetaan gangguan kerukunan umat beragama, meredam dan mencari solusi jika terjadi gangguan bagi kerukunan hidup beragama, mengidentifikasi dan merevitalisasi kearifan lokal yang dapat mendukung kerukunan hidup beragama. 

Selanjutnya, diharapkan semua elemen perlu membangun komitmen bersama, memupuk rasa saling percaya dan saling menghormati serta hubungan yang sinergis antara pemerintah, tokoh agama dan organisasi keagamaan. "Untuk menjaga keharmonisan sosial dan kerukunan agama dalam  kerangka kebhinnekaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Menjelang pelaksanaan Pemilu serentak yang dilaksanakan secara nasional, dalam sambutannya Bupati Rapidin Simbolon menghimbau seluruh tokoh agama supaya menjaga netralitas dalam pemilu serentak dan dalam masa kampanye.

"Sebagai umat beragama hendaknya tidak ikut menyebar informasi yang tidak baik dan tidak benar (hoax)," jelasnya.

Tokoh agama menurutnya, memiliki peranan strategis dalam mendinginkan suasana dalam mencegah terjadinya perpecahan sehingga tercipta kondisi pelaksanaan pemilu serentak yang aman, nyaman, damai dan demokratis.  

Pada kesempatan itu dilaksanakan penandatanganan "Komitmen dan Sikap  Bersama Forum Kerukunan Umat Beragama dan Lintas Agama untuk Tolak Politik Uang, Sara, Hoax dan Ujaran Kebencian". 

Reporter; Josner
Editor; Dian P

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.