Pembunuh Calon Pendeta Melindawati Zidome, Terancam Hukuman Mati

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara saat temu pers, terkait pembunuhan calon pendeta Melindawati Zidome. (Ist)

SAMOSIRNews - Palembang
Dalam tempo dua kali 24 jam dua tersangka pelaku pembunuhan dan pencabulan calon  pendeta, Melindawati Zidome di areal perkebunan sawit PT PSM Dusun Sungai Baung, berhasil ditangkap tim gabungan Polda Sumatera Selatan (Sumsel).
Kedua tersangka yakni Hendrik (18) dan Nang (20) terpaksa ditembak karena sempat hendak melarikan diri dari kejaran pihak kepolisisan.
Dalam rilis resmi di halaman Mapolda Sumsel, Jumat (29/3/2019), Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menerangkan, sebelumnya ada empat orang yang berhasil diamankan petugas. Namun pada akhirnya, hanua dua pelaku yang terbukti dan mengakui perbuatan bejatnya.
Sebelum mengaku, proses penyelidikan dilakukan Polda Sumsel dengan mengambil alat bukti seperti sperma yang ditemukan di tubuh korban, untuk mengecek dan mencocokkan DNA pelaku pembunuhan yang berasal dari sampel air liur dan darah pelaku.
“Mereka ini sebelumnya sudah kami ambil alat-alat untuk mencocokkan DNA mereka melalui air liur dan darah, untuk dicocokkan dengan bukti-bukti yang ada pada jasad korban,” jelas Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara.
Disebutkan juga, dalam penyidikan ada sperma diduga milik pelaku dan dibawa ke Jakarta untuk dicek DNA dan akhirnya terungkaplah bahwa ternyata Hendrik (18) dan Nang (20) merupakan tersangka pelaku.
“Motifnya adalah dendam,  tidak ada unsur pemerkosaan dalam kasus kematian pendeta muda tersebut.Nang tidak memperkosa dan itu dibuktikan dengan hasil labfor hanya pakai jari. Karena berdasarkan hasil forensik itu ada lecet di kelamin korban. Artinya ada benda yang dimasukkan,” ungkap Zulkarnaen sesuai pembuktian ilmiah di Puslabfor dan keterangan pelaku.
Terkait dengan pasal yang akan disangkakan kepada keduanya, enderal bintang dua itu memastikan jika pasal 338 KUHP (pembunuhan) akan diberlakukan, namun bisa saja dikuatkan dengan pasal 340 KUHP pembunuhan berencana. “Nanti dibuktikan apakah mungkin pembunuhan berencana, karena mereka sudah menyiapkan balok, ada dendam dan sebagainya. Ancamannya juga maksimal, yakni hukuman mati,” jawabnya.

Sumber; Polda Sumsel
Editor; Robin N
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.