Pastor Claude Grou Ditikam Seorang Pria Saat Merayakan Misa Pagi

Pastor Claude Grou.
SAMOSIRNews - Montreal

Pastor Claude Grou sedang mempersembahkan Misa pagi bersama umat pada Jumat, 22 Maret 2019. Saat Misa sedang berlangsung Pastor Claude Grou ditikam oleh seorang pria.

Peristiwa nahas itu terjadi di Gereja St Yosep Basilika Oratori di Montreal, Kanada. Pria itu membahwa sebuah pisau besar dan menyerang Pastor Claude Grou secara membabi buta.

Saat Misa sedang berlangsung, sekitar pukul 8:40 pagi, seorang pria mengenakan mantel musim dingin yang gelap dan topi baseball berwarna terang, mengeluarkan pisau besar ketika dia berjalan di depan altar, kemudian berlari menaiki tangga menuju Pastor Claude Grou.

Pastor Claude Grou mencoba melarikan diri ketika penyerang itu menjatuhkan lilin, tetapi pria itu dengan cepat menyusul, mendorong sang pastor ke tanah, dan menusuknya sekali.

Pria itu kemudian menjatuhkan pisaunya dan umat segera meraih pria itu saat dia berdiri. Tiga pria meraih lengan si penyerang sementara yang lain membantu Pastor Claude Grou yang sudah terluka.

Pria itu kemudian diamankan oleh pihak keamanan gereja hingga polisi datang. Saat itu pria tersebut sudah ditahan oleh polisi.

Pastor Claude Grou kemudian dilarikan ke Rumah Sakit dengan ambulans. Pihak Keuskupan Agung Montreal mengkonfirmasi bahwa keadaan Pastor Calude Grou saat ini stabil dan luka yang dideritanya tidak terlalu serius.

Peristiwa Pastor Claude Grou ditikam sempat terekam oleh Sel+Lumiere TV, yang saat kejadian mereka memang sedang merekam Misa pagi tersebut. Namun video itu telah dihapus dari situs web mereka.

Sel+Lumiere TV merupakan saluran yang merekan aktivitas Misa pagi setiap hari di Gereja St Yosep Basilika Oratori di Montreal.

Pastor Claude Grou sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Atas peristiwa tersebut, ia mengatakan tidak takut dengan ancaman pembunuhan tersebut. Ia malah berharap agar bisa segera beraktivitas lagi dengan normal.

“Kesehatan saya baik-baik saja. Saya akan beristirahat sebentar dan saya akan kembali bekerja. Dan Oratory akan tetap menjadi tempat di mana orang dapat diterima dengan baik.”

“Di sana adalah tempat doa, tempat tenang, dan tempat yang damai – bahkan jika ada saat-saat seperti itu, ”katanya kepada CTV Montreal ketika meninggalkan Rumah Sakit Umum Montreal pada Jumat malam.

Sumber: catholicherald.co.uk dan montreal.ctvnews.ca
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.