UNESCO Butuh Kreativitas SDM Untuk Pengakuan Geopark Kaldera Toba, Bupati Samosir Optimis

Kepala Unit Budaya UNESCO Jakarta, Moe Chiba saat temu pers usai pembukaan kegiatan Camp Both Young Entrepreneur 2019 bagi kalangan milenial di Tuktuk Siadong, Samosir. (SAMOSIRNews/Robin)

SAMOSIRNews - Tuktuk Siadong

Untuk mendapatkan pengakuan UNESCO, Geopark Kaldera Toba, perlu dukungan Sumber Daya Manusia di kawasan Danau Toba.

Kreativitas SDM sangat perlu dalam menjaga dan melestarikan situs kaldera sangat signifikan, khususnya kalangan generasi muda dalam hal memanfaatkan warisan budaya.

Demikian disebutkan Kepala Unit Budaya UNESCO Jakarta, Moe Chiba saat temu pers usai pembukaan kegiatan Camp Both Young Entrepreneur 2019 bagi kalangan milenial, Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Selasa (19/2/2019).

"Danau Toba sebagai Geopark Kaldera Toba, menurutnya, akan segera diumumkan oleh UNESCO, tinggal masalah administrasi," bebernya.

Dikatakan Moe, hutan di Sumatera jadi salah satu perhatian UNESCO, SDM-nya masih kurang dipromosikan dan tentunya penilaian yang kurang memuaskan.

"Pembangunan infrastruktur semata kurang tepat kalau tidak diikuti pembangunan sumber daya manusianya," tegas dia.

Kemudian Moe menambahkan, sinergitas dan kolaborasi dengan banyak stakeholder juga menentukan, sehingga menghasilkan inovasi. "Semua pihak harus terlibat mempromosikan dan melestarikan situs warisan budaya," imbuhnya.

UNESCO menurut Moe Chiba tidak pada konteks membangun infrastruktur, tapi membangun kreativitas berimplikasi pada bidang pendidikan, lingkungan hidup sampai peningkatan mata pencaharian.

Ia menyebutkan penilaian Geopark Kaldera Toba untuk mendapatkan pengakuan UNESCO Global Geopark, tinggal menunggu waktu. "Tapi untuk memastikan hasilnya, ada divisi yang membidangi," pungkasnya.

Sementara Bupati Samosir Rapidin Simbolon yang hadir ketika itu menjelaskan, kawasan Danau Toba saat ini sedang dalam tahap penilaian geopark oleh UNESCO.

"Walaupun tahun tahun sebelumnya ada kegagalan, tahun ini kita optimis Danau Toba bisa masuk menjadi salah satu warisan dunia dan mendapatkan pengakuan UNESCO," harapnya.

Dikatakan Rapidin, Kabupaten Samosir sebagai daerah yang lebih dominan di kawasan Danau Toba, sudah optimal mewujudkan Geopark Kaldera Toba sebagai salah satu keajaiban dunia.


Penulis; Robin Nainggolan


Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.