Polda Sumut Gagalkan Peredaran Narkoba Diduga Jaringan Internasional

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Adrianto, saat menggelar  temupers. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Medan

Direktorat Resnarkoba Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu dan meringkus 2 orang kurir diduga jaringan internasional.

Tersangka diamankan di Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau dan Jalan Lintas Sumatera Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu, Minggu lalu (3/2/2019).

Dari kedua tersangka, satu di antaranya harus ditembak mati, karena berusaha melawan petugas, kepolisian berhasil menyita barang bukti 14 Kg sabu.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Adrianto didampingi Dir Narkoba Kombes Pol Hendri Marpaung dan Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja beserta para PJU Polda Sumut menjelaskan, barang haram tersebut dibawa dari Malaysia ke Riau, sebelum akhirnya untuk dibawa ke Kota Medan.

Agus menyebutkan, penangkapan berawal setelah petugas menerima informasi akan ada narkoba jenis sabu yang masuk dari Riau menuju Medan.

"Saat itu petugas membuntuti satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1875 FJ yang dicurigai membawa narkotika. Pelaku yang datang dari Riau kemudian membawa kendaraannya dengan cepat. Khawatir targetnya lepas, mobil itu lalu dihentikan di Jalan Arifin Ahmad Kota Dumai", jelasnya.

Lebih lanjut Irjen Pol Agus Adrianto mengatakan, saat akan dihentikan, para pelaku berupaya melarikan diri dengan melepas tembakan dan mengenai mobil petugas.

"Karena ada perlawanan dari pelaku, petugas kemudian melepaskan tembakan ke arah kaca samping kanan bagian depan salah seorang pelaku yang berperan sebagai supir hingga mengenai telapak tangan kanan dan lutut sebelah kirinya," pungkasnya.

Kemudian pada jarak 1 KM tepatnya di Jalan Lintas Sumatera Cikampak Labuhan Batu, mobil tersangka berhenti dan dua orang laki–laki keluar dari mobil.

"Mereka langsung melarikan diri ke arah perkebunan, sehingga petugas kembali memberi tembakan peringatan tapi tidak diindahkan," jelas Kapolda.

Salah seorang pelaku berinisial S berhasil diamankan, sementara satu pelaku lainnya melarikan diri. Setelah menyisir sekitar lokasi dan berhasil mengamankan pelaku berinisial P.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan terhadap mobil yang dikendarai S dan P dan ditemukan tas warna hitam berisi 14 bungkus sabu dengan berat 14 Kg yang dikemas dalam bungkus teh Cina warna hijau dengan tulisan Guan Yin Wang.

Tersangka S dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pengobatan dan P dibawa untuk pengembangan namun berupaya melarikan diri.

"Karena tidak mengindahkan tembakan peringatan, petugas kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur ke arah pelaku dan mengenai punggung bagian kiri yang mengakibatkan pelaku P meninggal dunia", ujar Kapolda lagi.

Agus menambahkan, selain sabu, petugas juga mengamankan barang bukti dua unit HP dan satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1875 FJ. Dari tertangkapnya 14 kg sabu ini, polisi sudah berhasil menyelamatkan 140.000 anak bangsa dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna.

"Akibat perbuatannya pelaku S kita jerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar," pungkas Kapolda Agus.

Sumber; Polda Sumut
Editor; Robin N
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.