Pendaftaran Mulai Hari Ini, Rekrutmen ASN Dari Jalur PPPK Dibuka


Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Jakarta

Untuk memenuhi kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendesak, Pemerintah membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap I.

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan dalam siaran persnya Kamis (7/2/2019) menyebutkan, pendaftaran P3K akan dilakukan secara terintegrasi melalui portal nasional Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara(SSCASN) via https://sscasn.bkn.go.id  yang dapat diakses secara serentak mulai Jumat 8 Februari 2019 pukul 16:00 Wib (sore ini; red).

"Proses seleksi akan menggunakan sistem seleksi Computer Asissted Test (CAT) Ujian Nasional Berbasis Komputer KementerianPendidikan dan Kebudayaan," jelas Ridwan.

Rekrutmen P3K pada tahap I, menurutnya, meliputi;
- THL (Tenaga Harian Lepas) Penyuluh
- PTN (Perguruan Tinggi Negeri) Baru,
- Eks Tenaga Honorer Kategori II (eks THK-II) untuk jabatan Guru (termasuk Guru Kemenag)
-Tenaga Kesehatan, Penyuluh Pertanian dari yang ada dalam database BKN tahun 2013

Dengan persyaratan memenuhi Peraturan Perundang-Undangan, salah satunya usia pelamar P3K maksimal 1 tahun sebelum batas usia pensiun pada jabatan yang akan dilamar.

Dijelaskan Ridwan, ada beberapa persyaratan pada rekrutmen P3K tahap I yakni:
- Jabatan Guru di lingkungan Pemerintah Daerah mempunyai kualifikasi pendidikan minimal S-1 dan masih aktif mengajar sampai saat ini.
- Tenaga Kesehatan mempunyai kualifikasi pendidikan minimal D-III bidang Kesehatan dan mempunyai STR (Surat Tanda Registrasi) yang masih berlaku (bukan STR internship), kecuali untuk Epidemiolog, Entomolog, Administrator Kesehatan, dan Pranata Laboratorium Kesehatan mempunyai kualifikasi pendidikan D-III/S-1 Kimia/Biologi.
- Penyuluh Pertanian mempunyai kualifikasi pendidikan minimal SMK bidang Pertanian atau SLTA plus sertifikasi di bidang pertanian.

Ditegaskan juga, bahwa masa hubungan kerja P3K paling singkat 1 tahun dengan perpanjangan berdasarkan pada pencapaian kinerja dan kebutuhan instansi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018.

"Tentang perolehan gaji untuk P3K pada Instansi Pusat dibebankan pada APBN, dan untuk P3K di Instansi Daerah dibebankan pada APBD, serta dapat menerima tunjangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," jelas Ridwan,

Sementara aturan teknis dari PP No. 49 tahun 2018, menurut Ridwan, akan diteruskan melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Peraturan BKN.

Sumber; Setkab RI
Editor; Robin N

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.