Pemkab Samosir Akan Poles Objek Wisata Aek Natonang, Rp 6 Miliar Dana Disiapkan

Objek wisata Aek Natonang. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Pangururan

Pemerintah Kabupaten Samosir terus berbenah memoles berbagai objek wisata andalan sebagai potensi daerah. "Tahun ini Rp 6 miliar dianggarkan untuk pengembangan objek wisata Aek Natonang," sebut Kadis Pariwisata Ombang Siboro, kepada SAMOSIRNews, Kamis (31/1/2019) di Kantor Dinas Pariwisata, Parbaba.

Menurutnya, objek wisata waduk atau embung Aek Natonang di Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara itu menjadi salah satu perhatian serius pemerintah pusat sebagai destinasi wisata alam.

Tentunya menurut Ombang, program pembangunan di lokasi Aek Natonang, akan menciptakan kenyamanan bagi penikmat wisata yang berkunjung ke Kabupaten Samosir.

Berdasarkan informasi yang tertuang di penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kabupaten Samosir TA 2019 pada Dinas Pariwisata Samosir, alokasi anggaran senilai Rp 6 miliar itu diperuntukkan membangun beberapa item pekerjaan.

Diantaranya, pembangunan jalan setapak/jalur sepeda Rp 2 miliar, pembangunan bikers shelter/hut Rp 750 juta, pembangunan kios kuliner dan cinderamata di rest area Rp 900 juta, toilet rest area Rp 500 juta, kios kuliner di dermaga Rp 300 juta, tempat parkir Rp 900 juta.

Selanjutnya, penataan lanskap objek wisata Rp 170 juta, papan informasi pada dermaga Aek Natonang Rp 100 juta, pembangunan titik labuh dermaga Aek Natonang Rp 180 juta dan musholla Rp 250 juta.

Pembangunan pengembangan objek wisata Aek Natonang akan meningkatkan geliat sektor kepariwisataan di Samosir.


Sebelumnya, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya LIPI telah melakukan studi kelayakan lokasi di Aek Natonang. Ketika itu Kepala PKT LIPI Didik Widyatmoko menyebutkan, lokasi itu juga cocok untuk dikelola menjadi kebun raya.

Aek Natonang dengan potensi alamnya memiliki luas 105 hektar dengan daratan 65 ha dan 40 Ha berupa perairan, pengalihan tanahnya sudah diserahkan kepada Pemkab Samosir untuk disertifikasi selanjutnya dilakukan  proses perencanaan dan studi kelayakan dampak lingkungan.

Reporter; Candra Hutajulu
Editor; Robin N
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.