Marwah Rapat Paripurna DPRD Samosir Diuji, Untung Ada Nasip Simbolon

Tokoh Pemrakarsa Pembentukan Kabupaten Samosir Manginar Sitanggang memberikan sambutan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Samosir. (SAMOSIRNews/Robin)

SAMOSIRNews - Pangururan

Saat Paripurna Istimewa DPRD Samosir Memperingati Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-15 tahun 2019, Senin (7/1/2019) lalu, legislatif diwarnai kejadian yang memalukan.

Ketika itu tokoh pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir menyampaikan sambutan diwakili Manginar Sitanggang alias Amco.

Beberapa saat memberi sambutan, tampak  Sekretaris Dewan Hotman Sagala mondar-mandir dari tempat duduknya menuju podium, marwah Rapat Paripurna mulai diuji.

Pantauan wartawan, saat Amco berpidato sekira 30 menit tersebut, tercatat tiga kali sekwan ke podium memberikan sepucuk kertas kepadanya di podium.

Kemudian Asisten Tata Praja Setdakab Samosir Mangihut Sinaga, ikut beranjak dari tempat duduknya menuju Sekwan dekat meja pimpinan DPRD. Lalu ia menuliskan sesuatu di kertas yang diserahkan ke Amco.

Ironis, setelah Sekwan dan Asisten Tata Praja memberikan sepucuk kertas itu, entah perintah siapa, seorang aparat Kepolisian yang menghadiri Paripurna beranjak dari tempat duduknya menuju podium.

Ia membisikkan sesuatu ke Manginar Sitanggang, kemudian meninggalkan podium, beberapa saat kemudian pidato diakhiri tokoh pemrakarsa.

Melihat kejadian yang menggangu Rapat Paripurna itu semua membisu, untung ada Ketua Fraksi Kebangkitan Nasional DPRD Samosir Nasip Simbolon yang terlihat "marah" dan bereaksi.

Ia meminta agar sidang Paripurna Istimewa DPRD Samosir dalam rangka Memperingati Hari Jadi ke-15 Kabupaten Samosir tidak diintervensi pihak mana pun.

"Ini Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD, ada tatib yang mengatur rapat ini. Jadi jangan diintervensi siapa pun," tegas Nasip.

Selanjutnya Ketua DPRD Samosir, Rismawati Simarmata kembali mempertegas pernyataan Nasip Simbolon. "Ini adalah Rapat Paripurna, semua pihak harus menghargai lembaga ini," tandasnya.

Tokoh Pemrakarsa Pembentukan Kabupaten Samosir Manginar Sitanggang, kepada SAMOSIRNews, Kamis (10/1/2018) mengatakan, idealnya Rapat Paripurna DPRD menjadi agenda yang sakral dan bermartabat.

"Kalau pada saat Rapat Paripurna, ada pihak yang berani mengganggu jalannya sidang DPRD harus tegas," ujar mantan anggota DPRD Toba Samosir itu.

Dikatakannya, legislatif memiliki hak imunitas yang boleh digunakan untuk menangkal pihak pihak yang merasa memiliki kekuasaan di daerah ini.

"Inilah gambaran kita di Kabupaten Samosir ini, yang tidak saling menghargai lagi," tandas Amco.

Dia mengharapkan, agar ke depannya semua lini saling menjaga etika dan saling menghargai, apalagi saat Rapat Paripurna DPRD.

Penulis; Robin Nainggolan
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.