Catut Nama Yenny Wahid dan Jokowi, Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya Tangkap Seorang Pria

Polda Metro Jaya menangkap seorang pria diduga penipu, mencatut nama Yenny Wahid dan Jokowi. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Jakarta

Tersangka penipu yang mencatut nama Yenny Wahid, Hary Tanoesoedibjo bahkan Joko Widodo, akhirnya ditangkap oleh petugas Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Pria berinisial ISP (39) itu ditangkap di kediamannya di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Jumat (25/1/2019) lalu.

"Dari penangkapan tersangka, kita menemukan beberapa alat bukti seperti ATM, KTP dan ada handphone. Ada beberapa Kartu Keluarga (KK)," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mainhall Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Argo menjelaskan, tersangka menawarkan pinjaman uang Rp. 15 juta kepada korban, dengan memungut biaya administrasi Rp. 500 ribu hingga Rp. 650 ribu perorang. Ketika menawarkan kepada korban, tersangka mengaku kalau uang pinjaman tersebut berasal dari yayasan milik Yenny Wahid dan Hary Tanoe.

"Tersangka datang menyampaikan bahwa yang bersangkutan bisa memberikan pinjaman dari yayasan Yenny Wahid dan Hary Tanoe. (Bahkan) Kalau Pak Jokowi menang, (uang pinjaman) tidak perlu dibayar kembali," imbuhnya.

Tapi hingga waktu yang dijanjikan peminjaman tersebut, tersangka tidak kunjung memberikan uang. Merasa tertipu, korban pun melaporkan tersangka pada Kamis (24/1/2019) lalu.

"Korban datang ke Polda Metro Jaya dan melaporkan tersangka, karena merasa tertipu. Dilaporkan pada 24 Januari 2019," sebut Argo.

Dia menambahkan, sejauh ini tersangka sudah melakukan penipuan terhadap 14 korban. Namun tersangka mengaku ini baru kali pertama dirinya melakukan penipuan semacam ini.

"Kalau ditanya, pelaku baru kali ini dan korbannya ada 14 orang. Total kerugian sekitar Rp. 10 juta, uangnya sudah dipakai untuk kehidupan sehari-hari, karena yang bersangkutan tidak bekerja," pungkas Kabid Humas Argo.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Serta Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Sumber; Polda Metro Jaya
Editor; Robin N
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.