Angka Pertumbuhan Ekonomi dan Pencapaian Perkembangan Sosial Ekonomi Makro Kabupaten Samosir Meningkat

Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan Wakil Bupati Juang Sinaga. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Pangururan

Angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Samosir serta perkembangan sosial dan ekonomi makro menunjukkan trend positif meningkat sekaligus melampaui provinsi maupun nasional, beberapa tahun terakhir ini.

Demikian disampaikan Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan Wakil Bupati Juang Sinaga melalui Kepala Dinas Kominfo Rohani Bakkara kepada wartawan, Sabtu (12/1/2019) di Pangururan.

Ia merinci, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Samosir tahun 2016 sebesar 5,27 persen  5,35 persen pada tahun 2017. "Angka ini berada di atas pertumbuhan ekonomi provinsi maupun nasional," ujarnya.

Dikatakannya, sektor Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2016 sebesar Rp 27.655.311 dan tahun 2017 sebesar Rp 29.987.135.

"Sementara sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2016 sebesar 68,82 persen dan tahun 2017 sebesar 69,43 persen dan angka gini ratio tahun 2016 sebesar 0,2764 dan tahun 2017 sebesar 0,2870 persen," imbuh Rohani.

Selanjutnya disebutkan, tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Samosir lebih rendah dibandingkan tingkat pengangguran di Sumatera Utara dan nasional, yakni tahun 2017 sebesar 1,28 persen dan tahun 2018 sebesar 1,35 persen.

Menurutnya, jumlah tingkat kunjungan wisatawan wisatawan nusantara tahun 2016 berbasis objek wisata, sebesar 154.905 orang.

"Sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 222.288, tahun 2018 sebanyak 315.925 orang," pungkas dia.

Untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, beber Rohani, tahun 2016 sebanyak 35.823, tahun 2017 sebanyak 55.771 dan tahun 2018 sebanyak 65.724 orang. "Peningkatan wisatawan yang berkunjung atau berlibur ke Samosir mengalami peningkatan signifikan setiap tahun," sebutnya.

Ia juga mengatakan, tingkat angka kemiskinan mengalami penurunan dengan rincian tahun 2017 sebesar 14,72 persen dan di tahun 2018 menurun menjadi 13,38 persen, menurun sebesar 1,34 persen.

Ada hal yang paling membanggakan menurut Rohani, yakni realisasi PAD berbasis pariwisata bersumber dari, pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan dan retribusi tempat rekreasi.

"Total PAD tahun 2016 dari ke empat sektor andalan itu, sebesar Rp.1,297 miliar lebih, tahun 2017 sebesar Rp. 3,503 miliar lebih dan tahun 2018 sebesar Rp.5,309 miliar lebih," tandasnya.

Prestasi lain diperoleh Pemkab Samosir diungkapkan Rohani diantaranya sebagai kabupaten terbaik kedua perencanaan pembangunan daerah tingkat Sumatera Utara.

Selanjutnya, mitra kerjasama terbaik tahun 2018 antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), telah menerapkan lima aplikasi e-government yakni, aplikasi e-planning, e-perizinan, e-kinerja, aplikasi Solu Samosir dan aplikasi Transda.

Kemudian, meraih penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Samosir tahun 2017 dari BPK RI.

"Berbagai penghargaan dan capaian itu menggambarkan bahwa kinerja Pemkab Samosir dipimpin Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga menunjukkan peningkatan ke arah yang lebih baik," katanya.

Namun Rohani juga menyebutkan, tidak kita dipungkiri masih ada tugas-tugas pemerintahan dan janji-janji politik yang belum terwujud karena faktor keterbatasan dalam semua hal.

"Inilah yang menjadi tugas dan tantangan ke depan dan capaian keberhasilan pembangunan itu merupakan dukungan dan kerjasama seluruh stakeholder, eksekutif, legislatif, yudikatif, para pemerhati, perantau Samosir dan masyarakat yang tinggal di Bona Pasogit," bebernya.

Penulis; Robin Nainggolan
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.