Aek Tolong 'Mata Air Ajaib', Sembuhkan Banyak Penyakit?

Masyarakat setempat melakukan ritual di lokasi Aek Tolong Desa Lumbang Pinggol Kabupaten Samosir | SAMOSIRNews/Jefri
SAMOSIRNews - Lumban Pinggol

Aek tolong disebut-sebut sebagai mata air ajaib dan berada di Desa Lumban Pinggol, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Mata air Aek tolong dikatakan ajaib karena memiliki keunikan dari semua jenis mata air yang ada. Keunikan dari mata air ini diklaim dapat membuat para pengunjung yang datang. Pasalnya air ini dua warna yakni bening dan putih walau wadahnya berada berdampingan.

Selain warna yang berbeda, mata air ini juga diyakini dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit dengan cara mandi dan minum tentunya juga disertai dengan doa kepada Sang Maha Esa.

Hal ini diketahui awak media ketika berada dilokasi, Sabtu (22/12/2018).

Pantauan wartawan saat itu, didampingi oleh Kepala Desa Budiman Malau puluhan warga setempat tampak sedang melakukan ritual (pangelekan) kepada Sang Pencipta untuk mengucap syukur serta memohon kelepasan dari segala marabahaya.

Hukdir Sitanggang (62) warga desa setempat diwawancarai SAMOSIRNews mengatakan, mata air Aek Tolong dapat menolong orang.

"Aek Tolong adalah mata air ajaib, selain warnanya yang berbeda, Aek tolong ini bisa menolong orang. Air ini bisa menyembuhkan banyak penyakit," imbuhnya.

Baca juga: Air Tujuh Rasa di Sianjurmulamula, 4 Warna di Ronggur Nihuta

Selain warga setempat lanjut Hukdir, dari berbagai daerah di luar Samosir juga sudah banyak yang datak ke Aek Tolong dan memperoleh kesembuhan.

"Bukan cuma warga setempat yang datang berkunjung ketempat ini, sudah banyak orang dari luar Samosir yang datang untuk mandi dan membawa air ini," ungkapnya.

Ditambahkanya juga, peristiwa yang terkait dengan Aek Tolong adalah Kuasa Tuhan dan mata air ini hanya bisa menyembuhkan jika orangnya percaya.

"Aek Tolong bisa menyembuhkan penyakit hanya jika kita percaya, karena Aek Tolong merupakan media yang diciptakan Tuhan untuk menyembuhkan penyakit jika kita berdoa dan percaya," pungkasnya.

Ritual pengunjung terlihat berjalan khusuk dan tenang. Selanjutnya, makan siang bersama dan minum air Jeruk Purut seperti layaknya suku Batak adakan Ritual hahomion.

Penulis: Jefri Sitanggang
Editor: Freddy S
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.