Tersangka Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi, Terancam Hukuman Mati

Wakapolda Metro Jaya Brgjen Pol Wahyu Hadiningrat memberi keterangan pers. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Jakarta

Tersangka pembunuh satu keluarga di Bekasi, Haris Simamora (HS), kepada polisi, mengaku mencekik Sarah dan Arya Nainggolan. Bocah berusia 9 dan 7 tahun yang belum mengerti apa-apa itu tewas di tempat tidurnya.


Sebelum membunuh Sarah dan Arya, HS telah lebih dulu menghabisi nyawa Gaban Daperum Nainggolan dan Maya Ambarita di ruang tamu rumah Daperum di Jalan Bojong Nangka, Pondok Melati, Kota Bekasi.

HS bukan orang asing bagi keluarga Daperum, ia masih bersaudara dengan istri Nainggolan, Maya Ambarita.

HS ini bahkan pernah dipercaya mengelola kontrakan milik kakak Daperum, Douglas Nainggolan.

Namun, malam hari pada Senin malam (12/11/2018) lalu, HS, yang awalnya ditelepon Daperum untuk datang, sudah memendam sakit hati.

Ia sempat berbincang dengan Daperum hingga akhirnya Daperum dan keluarganya tertidur.

HS kemudian mengambil linggis dari brankas dan membunuh Daperum dan Maya. Namun aksi sadisnya itu, membuat anak-anak Daperum terbangun dan keluar dari kamar tidurnya.

"Saat kejadian Sarah dan Arya terbangun dan sempat bertanya, 'Ada apa Om?'," kata  Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat ketika konferensi pers, Jumat (16/11/2018) di Mapolda Metro Jaya.

Tapi, HS mengajak keponakannya itu kembali ke kamar tidur. Bahkan dia sempat menidurkan kedua bocah itu sebelum mencekiknya.

"Anaknya lalu balik lagi ke kamar, ia menidurkan, kemudian mencekik," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambakan.

Selanjutnya, HS membawa mobil Nissan X-Trail berwarna silver dengan nopol B-1075-UOG, linggis yang digunakan dibuang di Kalimalang.

Posisi kemudian melacak di sebuah rumah kos di Cikarang, pada Rabu malam (14/11/2018), HS ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut.

Ia sempat mengelak dalam interogasi awal, kemudian mengakui perbuatannya setelah kepolisian membeberkan hasil olah TKP dan pemeriksaan.

Menurut Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, HS dijerat dengan Pasal 365 ayat 3, Pasal 340, dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati. (Tim)

Editor; Freddy S

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.