Terkait Defisit Anggaran APBD 2018, Ini Nota Jawaban Bupati Samosir di Paripurna DPRD

Bupati Rapidin saat Rapat Paripurna di DPRD Samosir. (SAMOSIRNews/Robin)

SAMOSIRNews - Pangururan

Bupati Rapidin Simbolon menyampaikan nota jawabannya atas Pemandangan Umum/Tanggapan Fraksi Anggota DPRD Samosir, pada rapat Paripurna Dewan, Selasa (27/11/2018) di gedung dewan setempat terkait defisit anggaran APBD 2018.

Mengenai defisit yang dipertanyakan dewan melalui Pemandangan Umum/Tanggapan Peroranganya, Bupati Rapidin menjawab, bahwa pola kebijakan anggaran yang diterapkan selama ini adalah penganggaran defisit (defisit budgeting), jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah belanja.

Menurutnya, defisit tersebut dapat dibiayai dari penerimaan pembiayaan yang bersumber sisa lebih perhitungan anggaran (silpa).

Mekanisme itu telah dituangkan dalam Permendagri Nomor 13 tahun 2006, tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Dibeberkan, bahwa alokasi utang Rp. 9,1 miliar berdasarkan analisa dan perhitungan atas perkiraan realisasi pendapatan daerah sampai 31 Desember 2018, tidak mampu menutupi anggaran belanja daerah sesuai rencana perubahan Perbub tentang Penjabaran APBD TA 2018 sehingga terdapat selisih minus.

Selanjutnya dijelaskan, bahwa selisih minus itu akan menjadi hutang, namun secara rinci dapat dijelaskan setelah penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA. 2018.

Sampai saat ini sekitar pukul 14.00 Wib, Rabu (28/11/2018) Rapat Paripurna DPRD Samosir agenda Tanggap Akhir Fraksi belum dimulai.

Penulis; Robin Nainggolan






Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.