Saling Menyerang Dengan Pedang, Anggota DPRD Taput Bersimbah Darah




SAMOSIRNews - Siborongborong
Dua warga Jalan Sadar, Kelurahan Pasar Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara bersimbah darah setelah berkelahi dan saling menyerang memakai senjata tajam, Rabu malam (7/11/2018) sekira pukul 21.00 WIB.
Keduanya adalah RPL (43) pekerjaan wiraswasta bentrok dengan HN (43) yang merupakan anggota DPRD Taput dari Fraksi PDI Perjuangan dan mereka tinggal di komplek yang sama.
Kapolres Tapanuli Utara melalui Kasatrekrim AKP Hendro Sutarno saat dihubungi wartawan, membenarkan  perkelahian tersebut. “Rabu sekitar pukul 21.15 WIB seorang anak laki-laki melapor ke Polsek Siborongborong telah terjadi perkelahian di Jalan Sadar Kelurahan Pasar Siborongborong,” jelasnya.
Kemudian menurutnya,  petugas Polsek Siborong-borong yang piket ketika itu, segera menuju lokasi kejadian untuk mengetahui kebenaran laporan tersebut.

Di TKP, pihak Polsek Siborongborong mengamankan lokasi kejadian dan menemukan barang bukti diduga berkaitan dengan perkehalian. “Saat itu juga personil Polsek Siborongborong bersama masyarakat membawa kedua warga yang berkelahi ke Puskesmas Siborong-borong untuk perawatan,” kata Hendro.

Ditambahkannya, penyebab perkelahian kedua warga itu, diduga akibat balas dendam setelah sebelumnya saling mengejek di salah satu warung pada minggu lalu. Calon RPL karena dia yang mengajak berkelahi dan mendatangi HN, serta menusuk hingga kelihatan ususnya.
Perkelahian karena calon tersangka diejek minggu lalu, saat mereka sama-sama minum tuak di kedai. “Saat minum tuak RPL dipanggil oleh istrinya sehingga korban mengejeknya,” pungkas Hendro.
Pihak Kepolisian mengamankan 1 (satu) bilah parang/pedang dengan ukuran kurang lebih 1 meter, 1 (satu) bilah parang/pedang dengan ukuran kurang lebih 80 centimeter, 1 (satu) tangkai besi petak berwarna hitam dengan ukuran kurang lebih 2 meter. 
Reporter; Valensius Sitorus
Editor; Robin Nainggolan

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.