Kasus Dugaan Penipuan Berkedok Arisan Online Telah Ditangani Polres Samosir, Warga Desak agar Pelaku Ditahan

Marko Sihotang desak Polres Samosir secepatnya menahan pelaku dugaan penipuan berkedok arisan online. (SAMOSIRNews/Candra)

SAMOSIRNews - Pangururan

Kasus dugaan penipuan berkedok arisan online yang merugikan sejumlah ibu warga Kabupaten Samosir, Sumatera Utara diperkirakan sekitar Rp. 2 miliar lebih, telah ditangani Pihak Polres Samosir.

Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Jonser Banjarnahor kepada SAMOSIRNews, Sabtu malam (24/11/2018) mengatakan kasus itu telah ditangani.

"Ada tiga pengaduan terkait dugaan penipuan berkedok arisan online, 2 di Polres dan 1 di Polsek Pangururan," ujarnya.

Menurut AKP Jonser, kasus itu masih dalam tahap pemanggilan saksi saksi. "Para saksi telah dipanggil untuk dimintai keterangan," imbuhnya.

Para korban yang merasa tertipu tidak terima uang mereka raib begitu saja, ibu ibu korban arisan online melaporkan tindakan dugaan penipuan ke pihak berwajib, yang salah satunya dilakukan seorang wanita diduga PNS.

Berdasarkan penelusuran wartawan, korban arisan online yang telah melaporkan dugaan penipuan ke pihak kepolisian ada dua kelompok di Polres Samosir dan sekelompok lainnya di Polsek Pangururan.

Sementara Kadis Penanggulangan Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Samosir, Managam Togatorop ketika dikonfirmasi, mengaku ada staf penyuluh yang tidak masuk kantor sampai sebulan terakhir ini.

"Kita telah tiga kali menyurati pihak BKKBN Provinsi dan Pusat, karena yang bersangkutan merupakan pegawai pusat," sebutnya.

Dikatakannya, idealnya yang bersangkutan tidak akan bisa pindah begitu saja tanpa rekomendasi dari daerah dimana dia bertugas.

Keberadaan oknum penyuluh yang tidak masuk kantor lagi sebulan terakhir ini, diduga kuat berkaitan dengan dugaan penipuan berkedok arisan online di Kabupaten Samosir.

Kalangan masyarakat Samosir mendesak Polres Samosir agar secepatnya menangani kasus yang menimpa ibu ibu korban penipuan itu.

Hal itu ditegaskan Marko Sihotang kepada wartawan, setelah mengetahui adanya ibu ibu yang menjadi korban penipuan berkedok "arisan online".

"Kalau bisa secepatnya pelaku yang diduga melakukan penipuan itu ditahan, apalagi informasinya yang bersangkutan aparatur negara. Ini sudah keterlaluan, apalagi kabarnya PNS pula," kata Marko.

Reporter; Candra Hutajulu
Editor; Freddy S


Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.