Hanya 20 Peserta Lulus, Walikota Ambon Menangis dan Minta Presiden Jokowi Evaluasi Standar Passing Grade

Walikota Ambon menangis, hanya 20 peserta ujian CPNS lulus passing grade. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Ambon

Walikota Ambon Richard Louhenapessy tak kuasa menahan air mata dan meminta Presiden Jokowi meninjau kembali standar passing grade seleksi CPNS 2018.

Permintaan itu lantaran hasil tes online 1.500 CPNS Kota Ambon baru 20 peserta yang lulus tes, sampai hari ketiga.

Saat jumpa pers di laboratorium IT SMP Negeri 6 Ambon, Rabu sore (7/11/2018), Walikota Richard mengaku pesimis dengan hasil itu.

Dia khawatir jumlah peserta yang lolos, jauh dari kuota yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

“Tes dimulai tanggal 5 dan berakhir pada 9 November 2018. Di hari hari ketiga baru 20 yang lulus," kata Richard.

Dijelaskannya, tersisa 759 peserta yang belum mengikuti tes online atau computer assisted test (CAT) untuk tingkat kota dari jumlah total 2.259 peserta tes CPNS.

Menurutnya kemungkinan peserta lulus lebih banyak cukup kecil. Apalagi kuota PNS bagi Pemkot Ambon yakni 231. Kecil kemungkinan peserta mampu memenuhi jumlah kuota yang tersedia dengan waktu tes tinggal dua hari lagi.

Saat memantau tes CPNS itu, Richard secara terbuka meminta Menpan RB dan Presiden Jokowi untuk menghapus passing grade bagi Kota Ambon dan Maluku.

“Saya menangis melihat hasil ini. Bayangkan saja hingga hari ketiga tes, hanya 20 peserta kita yang lulus. Kita minta belas kasihan Presiden untuk meninjau passing grade ini. Ini penting saudara-saudara untuk masa depan daerah kita kedepan,” kata Walikota dengan linangan air mata. (ti)

Editor; Freddy S

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.