Dari Rp 250 Miliar Biaya Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Samosir, Baru Rp 35 Miliar Dibayar

Proyek jalan nasional di Parbaba, Kecamatan Pangururan. (SAMOSIRNews/Dian)


SAMOSIRNews - Pangururan

Biaya ganti rugi pembebasan lahan pembangunan dan peningkatan jalan nasional di Kabupaten Samosir sampai November 2018 baru mencapai Rp 35 miliar dari total biaya Rp 250 miliar.

Hal itu disampaikan Bupati Samosir Rapidin Simbolon, melalui pesan aplikasi WhatsApp, Jumat (9/11/2018) kepada wartawan.

"Kalau kita hitung pembebasan untuk keseluruhan jalan lingkar (ring road) Samosir dan Pangururan-Tele, diperkirakan butuh dana Rp 250 milliar lebih," jelasnya.

Ia mengatakan, apabila dana sebesar Rp 250 miliar ditanggung APBD Samosir, jelas tidak sanggup dan menimbulkan masalah besar bagi kelangsungan pembangunan di daerah ini.

"Saat ini Pemkab Samosir berusaha meyakinkan pemerintah pusat agar biaya pelepasan lahan pembangunan jalan nasional didanai APBN melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)," imbuh Rapidin.

Ditambahkannya, Pemerintah Pusat juga mempunyai dana yg sangat terbatas, maka diupayakan ruas jalan yang paling prioritas, yakni;

1. Ruas Jalan Simpang Gereja Bolon-Binanga Aron.
2. Ruas jalan Simpang Onan Baru Pintu Sona ke Arah Rianiate.
3. Ruas jalan Unjur-Ambarita di Kecamatan Simanindo.
4. Ruas jalan Tomok Parsaoran di Kecamatan Simanindo.

"Total dana yang kita butuhkan untuk ganti rugi lahan ke-empat ruas jalan ini sebesar Rp 92 milliar lebih," pungkas Rapidin.

Sampai saat ini, menurut dia, yang sudah dicairkan oleh Kementerian PUPR untuk pembebasan lahan di Kabupaten Samosir melalui BBPJN baru berkisar Rp 35 milliar.

Bupati Rapidin menegaskan, pembebasan lahan untuk jalan nasional di Samosir bersumber dari Kementerian PUPR melalui BBPJN dan dana pendamping dari APBD Samosir sekitar Rp 5 milliar.

Maka menurutnya, BBPJN semestinya harus sudah menyiapkan dana sebesar Rp 57 milliar, sesuai dengan hasil pengukuran yang dilaksanakan oleh BPN, Pemkab Samosir dan BBPJN.

Proyek pembangunan jalan nasional di Samosir dikerjakan secara multy years construction (MYC), yaitu ruas jalan Tele-Pangururan-Onan Runggu dikerjakan PT Guna Karya senilai Rp145 miliar.

Sementara ruas jalan Pangururan-Simanindo-Onan Runggu dikerjakan PT PP,Tbk senilai Rp 367 miliar, yang dimulai sejak 2016 lalu.

Reporter; Dian P. Sinaga
Editor; Robin Nainggolan

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.