Sudah Mengabdi Sampai 15 Tahun, 150 Guru Komite di Samosir Pertanyakan Nasibnya

Guru komite temui Bupati Samosir. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Pangururan

Puluhan guru komite di Kabupaten Samosir menemui Bupati Samosir, mempertanyakan nasib mereka yang telah mengabdi sampai 15 tahun.

Para guru komite dengan honor dari Komite Sekolah itu, diterima Bupati Rapidin Simbolon dan Wabup Juang Sinaga didampingi Kadis Pendidikan dan Sekretaris BKD di Aula Kantor Bupati Samosir, Senin (24/9/2018).

Pulo Tamba sebagai perwakilan guru komite menyampaikan aspirasi, bahwa  pembatasan umur pelamaran CPNS maksimal 35 tahun otomatis membatasi peluang mereka.

“Padahal kami ini sudah mangabdi 10-15 tahun, namun karena usia hanya dibatasi 35 tahun, peluang kami sangat sulit," ujar guru yang mengajar di SD Negeri 9 Cinta Dame, Kecamatan Sitio-tio itu.

Dengan penambahan tenaga pengajar melalui jalur test CPNS, para guru komite khawatir akan diberhentikan.

Pulo juga berharap, Pemkab Samosir mengambil kebijakan untuk mengangkat mereka menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Menurut dia, ada 150 guru komite yang telah berjuang puluhan tahun akan menanggung nasib yang sama di Kabupaten Samosir.

Bupati dan Wabup Samosir saat berdialog dengan guru komite. (SAMOSIRNews/Ist)

Rapidin dan Juang mengatakan, sangat menghargai keinginan para guru komite itu, tetapi kebijakan pengadaan pegawai negeri merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.

“Kami juga prihatin, bersabarlah menunggu kebijakan-kebijakan baru," sebut Juang.

Rapidin menambahkan, akan menjamin nasib guru komite agar tidak diberhentikan pasca penerimaan CPNS.

"Saya menjamin, tidak akan diberhentikan, karena Kabupaten Samosir masih kekurangan guru," tegas Rapidin.

Ia juga menekankan, jik ada peluang layaknya K2 seperti tahun lalu, pasti akan diprioritaskan.

"Karena Pemkab Samosir sangat menghargai jasa bapa ibu seluruhnya," imbuhnya.

Kadis Pendidikan Samosir, Rikardo Hutajulu menyampaikan, bahwa Dinas Pendidikan akan tetap memberdayakan tenaga guru komite.

 "Saat ini Kabupaten Samosir kekurangan sekitar 600 lebih tenaga pengajar, sedangkan keguruan yang diterima dari formasi CPNS tahun ini hanya 150 orang," jelasnya.

Maka menurutnya, ditambah lagi dengan guru yang akan pensiun, peranan guru komite tetap dibutuhkan dan tidak ada yang diberhentikan.

Reporter; Halomoan Nainggolan
Editor; Freddy S
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.