Liput Aktivitas Kafe, Wartawan Babak Belur Dipukuli

Ranto Limbong, wartawan korban penganiayaan saat melakukan liputan. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Pangururan

Seorang wartawan babak belur dipukuli sekelompok orang, Kamis (30/8/2018) sekitar pukul 23.30 Wib saat meliput aktivitas kafe yang diduga tak memiliki izin.

Saat itu Ranto Limbong (47) wartawan salah satu media online, melakukan peliputan di kafe yang berlokasi di Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.

"Saya telah melaporkan penganiayaan itu ke Polres Samosir, Jumat (31/8/2018), pukul 00.10 Wib, dengan LP/136/VIII/SMR/SPKT, setelah melakukan visum," sebutnya kepada SAMOSIRNews, Sabtu (1/9/2018) di Pangururan.

Menurutnya, penganiayaan itu terjadi ketika dirinya mengambil foto Kafe Boho dari luar, terlihat dipenuhi pengunjung.

"Tiba-tiba 4 orang yang keluar dari kafe itu dan memukuli wajah saya," bebernya.

Dijelaskan juga, keempat orang itu menginjak injak perutnya dan memukuli pakai helm hingga babak belur.


Kafe yang diketahui merupakan milik salah seorang aparatur di Pemkab Samosir itu memang berada di pemukiman warga dan izinnya perlu dipertanyakan.

Pemilik kafe, BS, ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa pada saat kejadian, dirinya tidak berada di lokasi.

Ia mengaku, bahwa kafe miliknya itu belum memiliki izin dan pengelolaan sepenuhnya ditangani oleh istrinya. "Saya tidak terlibat dalam manajemen usaha itu," sebut BS.

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Jonser Banjarnahor, membenarkan telah menerima laporan Ranto. “Kita akan segera memproses kejadian ini,” tegasnya.

Ranto Limbong menunjukkan wajahnya yang bengkak setelah dipukuli saat meliput di salah satu kafe. (SAMOSIRNews/doc)

Sementara itu Robin Nainggolan, seorang pelaku media mengutuk keras tindakan premanisme terhadap wartawan.

"Saat ini Polri sedang giat giatnya memberantas premanisme, diminta Polres Samosir menangani kasus ini secara profesional," tukasnya.

Ia juga mengatakan, tidak ada yang salah kalau kafe itu memiliki dokumen perizinan yang legal.

"Kalau ada wartawan melakukan peliputan ke sana, silahkan saja dijelaskan dengan baik, jangan main pukul saja," pungkas Robin.

Ditekankannya, kepada para wartawan khususnya di Kabupaten Samosir, harus bersikap berani. Menentang segala tindak kekerasan yang dilakukan siapapun kepada wartawan.

Reporter; Halomoan Nainggolan
Editor; Freddy S.
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.