Telah Meraup PAD Rp. 500 Juta, Izin Berlayar Kapal Wisata Samosir Masih Dipertanyakan

Kapal wisata Samosir bernuansa rumah adat, telah berhasil meraup PAD Rp. 500 Juta. (SAMOSIRNews/doc)

SAMOSIRNews - Pangururan

Kapal wisata Samosir yang didesain berbentuk rumah adat menjadi primadona bagi pecinta wisata Danau Toba.

Hal itu dibuktikan dengan antusias wisatawan melakukan booking kapal kayu yang proses pembuatannya dan izin berlayarnya masih dipertanyakan.

Sejak dilaunching Bupati Samosir, beberapa bulan lalu, kapal wisata milik Pemkab Samosir itu, telah meraup Rp.500 Juta PAD melalui retribusi.

"Sangat fantastis memang, tapi harus disesuaikan dengan regulasi dokumen perizinan, khususnya izin berlayar kapal itu," sebut Manginar Sitanggang kepada SAMOSIRNews, Rabu (8/8/2018) di Pangururan.

Menurutnya, sistem pengelolaan kapal itu juga perlu diperjelas karena para petugasnya digaji dari APBD.

"Termasuk proses pembuatan kapal itu, harus ditelisik ulang, karena menyangkut nyawa penumpang," tandas tokoh pemrakarsa Pembentukan Kabupaten Samosir itu.

"Warga setempat, lokasi pembangunan kapal itu, menyerahkan dokumentasi bahan kayu kepada kita," sebut Manginar.

Disebutkan dia, foto foto dokumentasi bahan kayu yang digunakan pada saat pembuatan kapal wisata Samosir itu masih terlihat basah

"Padahal berdasarkan spesifikasi, harus menggunakan kayu yang minimal dikeringkan sampai 6 bulan," jelas Manginar.

Dia menyarankan, agar Pemkab Samosir segera menyimpulkan terkait izin berlayar kapal wisata itu.

"Sehingga para penikmat wisata tidak ragu ragu menggunakan kapal itu," imbuhnya.

Sementara Kadis Pariwisata Samosir, Ombang Siboro yang diminta tanggapannya terkait izin berlayar kapal dimaksud, mengatakan sudah lengkap.

Dia memberikan foto foto dokumen sejenis Pas, yang dinilai hanya berlaku sementara.

Penulis; Josner Sitanggang
Editor; Freddy S.
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.