Penyebab Kematian 180 Ton Ikan di KJA Milik Petani Pangururan, Akan Dipastikan Senin Ini

Hari Senin (27/8/2018) diperkirakan penyebab kematian 180 ton ikan di KJA milik petani, akan keluar dari laboratorium. (SAMOSIRNews/doc)

SAMOSIRNews - Pangururan

Pasca kejadian kematian mendadak 180 ton ikan mas dan ikan nila yang mengakibatkan kerugian para petani KJA sekitar Rp. 5 Milyar, sampel telah dibawa ke laboratorium di Medan.

Kadis Pertanian Kabupaten Samosir, Erkanus Simbolon kepada SAMOSIRNews, Sabtu (25/8/2018) menjelaskan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara telah mengambil sampel air serta ikan yang mati di Danau Toba.

Dia menyatakan, tim dari provinsi dan kementerian telah terjun ke lokasi melakukan pengamatan visual di lapangan di Pintusona, Kamis (23/8/2018) lalu.

"Tim sudah mengambil sampel air dan ikan yang selanjutnya dibawa ke UPT Laboratorium Pembinaan Mutu Hasil Perikanan Belawan, untuk dilakukan penelitian," beber Erkanus.

Ditambahkannya, dari sampel itu akan dianalisa unsur kimia meliputi, NH3 (Nitrat), Fosfor, Sulfur, CO2 dan unsur lainnya.

Tim terdiri dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provsu bersama Karantina Pusat Kementrian Kelautan Perikanan didampingi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian Samosir.

"Diperkirakan hari Senin (27/8/2018) ini, hasil penelitian dari laboratorium akan keluar," tukas Erkanus.

Sebelumnya dijelaskan, dugaan sementara  matinya 180  ton ikan di KJA para petani ikan, karena kekurangan oksigen.

Termasuk sistem pengelolaan yang belum mengikuti Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) seperti kedalaman perairan, padat tebar dan jarak antar unit KJA.

Diperkirakan kedalaman Keramba Jaring Apung di Pangururan, berkisar 9 – 12 m, jadi sangat dangkal.

Sementara berdasarkan Perpres 81/2014 tentang RTRW Danau Toba, kriteria zonasi untuk budidaya perikanan kedalamannya minimal 30 m dan 100 m.

Dan untuk diketahui, kandungan oksigen KJA minimal 5 ppm dan derajat keasaman yang baik atau PH normal minimal 7.

Penulis; Robin Nainggolan

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.