Miris, Afner Tewas Dibunuh Lantaran Persoalan Tanah

Konferensi Pers Kapolres Samosir tentang Kasus Pembunuhan di Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir, Selasa (21/08/2018)
SAMOSIRNews - Pangururan

Persoalan tanah kembali terjadi di wilayah Samosir, bahkan hingga menyebabkan pertikaian yang berujung kematian. Seperti yang dialami Afner Rumapea, warga Palipi Kabupaten Samosir.

Afner Rumapea (60) tewas dibantai Monang Sitohang (40) dan mayatnya ditemukan di temukan di perladangan Barumbung, Desa Pardomuan, Senin (20/8) sekira pukul 09.30 WIB.

Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat dalam jumpa pers di halaman Mapolres, Selasa (21/08/2018) mengatakan, korban tewas usai ditusuk pelaku dibagian perut, tangan, di belakang leher dan dikuping .  

"Sengketa masalah kepemilikan ladang, antara pelaku dengan korban. Pelaku merasa bahwa ladang tersebut merupakan miliknya, sedangkan korban merasa itu adalah ladangnya dan kemudian terjadi cekcok," ucap Agus.

Lebih lanjut, pelaku melakukan pembunuhan diduga karena ada dendam. "Setelah kita dalami, karena ada dendam masalah kepemilikan lahan kemudian dilampiaskan pada saat korban mengambil barang-barang ada siri ada kemiri di ladang," tambahnya.

Kemudian berdasarkan proses penyelidikan yang dilakukan pihaknya, mulai dari autopsi jenazah korban hingga pemanggilan para saksi disimpulkan bahwa pelaku adalah pelaku tunggal.

"Hasil pemeriksaan dari saksi dan dari tersangka, kita menyimpulkan bahwa pelakunya adalah tunggal," katanya.

Sementara di lokasi tersebut, pelaku saat ditanya wartawan mengaku membunuh korban karena kesal dan dendam. "Ia (korban-red) mencuri pak, dia ngomong dan tidak ngaku jadi ku kejar dia," tandas Monang Sitohang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,  pelaku dikenakan pasal pembunuhan sesuai dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana maksimal hukuman penjara selama 20 tahun. 

Penulis: Josner Sitanggang
Editor: Robin Nainggolan
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.