Gempa Susulan Bermagnitudo 6,2 di Lombok, Warga Sangat Terkejut

Sejumlah bangunan rumah rusak akibat gempa di desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Rabu (8/8/2018). Berdasarkan data terkini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di Lombok bertambah menjadi 131 dari sebelumnya 105 orang.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)


SAMOSIRNews - Lombok

Gempa bumi bermagnitudo 6,2 mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan wilayah sekitarnya, Kamis (9/8/2018).

Gempa kali ini membuat warga yang ada di tenda pengungsian maupun rumah-rumah yang masih layak dikunjungi sangat terkejut hingga berhamburan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, pusat gempa susulan terakhir pada hari ini berada di sekitar kaki Gunung Rinjani sebelah barat, tepatnya di posisi 116,22 BT dan 8,6 LS.

Pusat gempa berada di kedalaman 12 kilometer. "Kedalamannya dangkal. Lebih dangkal dari gempa yang bermagnitudo 7. Jadi dekat dengan permukaan sehingga sangat kita rasakan. Magnitudonya juga 6,2," tuturnya saat konferensi pers di Lombok Utara, NTB,  Kamis siang (9/8/2018).

Intensitas tingkat guncangan, lanjut Dwikorita, diperkirakan mencapai intensitas VI skala MMI atau intensitas IV skala SIG. "Artinya getaran dirasakan oleh banyak orang sehingga semua terkejut dan lari keluar dan mengakibatkan kerusakan ringan, imbuhnya.

Kenapa bisa kuat seperti itu karena pusat gempanya memang lebih dangkal, sebutnya kemudian. Gempa terbaru yang dirasakan warga NTB dan Bali pada hari ini terjadi sekitar pukul 13.25 Wita.
Dwikorita mengatakan, hingga pukul 14.00 Wita, sudah terjadi sebanyak 362 gempa susulan. 
Sebanyak 19 di antaranya dirasakan oleh warga. "BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Waspada karena gempa susulan masih akan terjadi," tuturnya.

"Kami mohon jangan terpancing isu-isu yang menyesatkan, yang membuat resah atau bahkan ada yang mengatakan akan ada tsunami lagi," jelas dia.

Sumber; KOMPAS.com

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.