3 Kades Diadukan Terkait Penggunaan Dana Desa, BPD Menjadi Rival Kepala Desa di Samosir

Ketua BPD Sijambur Julismen Tamba melaporkan Kadesnya, terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa. (SAMOSIRNews/Robin)

SAMOSIRNews - Pangururan

Setelah Kades Lumban Pinggol dan Parsaoran I, Kecamatan Pangururan diadukan BPD ke Tipikor Polres Samosir, kali ini giliran Kades Sijambur Kecamatan Ronggur Nihuta.

Kepala Desa Sijambur, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir, dilaporkan oleh Ketua Badan Permusyawatan Desa (BPD), Julismen Tamba, atas dugaan penyalahgunaan keuangan Dana Desa (DD) TA 2018, Jumat lalu (3/8/2018).

Julismen mengatakan, laporan itu menindaklanjuti surat laporan Bendahara Desa Sijambur No.01/BDS/DSSR/VII/2018 tertanggal 30 Juli 2018 atas nama Antonius H Siringo-ringo.

Setelah melakukan penarikan uang dari rekening desa, yakni dari Bank Sumut Cabang Pangururan, sebesar Rp 534.897.891.

Di hari yang sama, uang itu langsung ditransfer ke BRI Cabang Pangururan atas nama Kasman Naibaho, merupakan perintah Kepala Desa Judiman Naibaho.

Dana itu, seyogianya untuk membayarkan kegiatan yang tertampung di APBDes tahun anggaran 2018.

"Tapi sejak penarikan uang, hingga saat ini menurut keterangan Bendahara Desa, belum ada transaksi pengeluaran di desa sesuai peruntukannya," sebut Ketua BPD Julismen.

Atas dasar itu menurutnya, selaku Ketua BPD Sijambur, mempertanyakan kejadian "pindahnya  uang desa" itu, apakah menyalahi peraturan perundangan-undangan.

Judiman Naibaho, kepada wartawan, Sabtu (4/8/2018) menjelaskan, hal itu dilakukan untuk mempermudah transaksi dan tidak ada kepentingan lain.

Ia mengaku telah "dipanggil" Inspektorat Kabupaten Samosir dan tidak memahami, apakah salah memindahkan dana desa itu ke rekening adiknya.

Inspektorat Kabupaten Samosir melalui Sekretaris Amon Sormin menyebutkan, sesuai juknis dan peraturan yang berlaku, pemindahan uang desa ke rekening lain menyalahi aturan.

"Penyimpanan uang yang benar sesuai penatausahaan keuangan hanya ada dua, satu di bank, dan 1 lagi di brankas," ujarnya.

Dia menegaskan, sudah dua kali memperingati Kades Sijambur, agar dikembalikan ke kas desa.

"Tapi belum ada tindaklanjut, akan diberikan peringatan ketiga, hal initidak bisa ditoleransi," tegas Amon.

Informasi dihimpun SAMOSIRNews, saat ini beberapa Kades yang "nakal" di Kabupaten Samosir terkait penggunaan Dana Desa, telah dilaporkan ke pihak terkait.

Dua minggu lalu, warga Desa Hutaginjang melakukan aksi ke Kejari Samosir, setelah Kadesnya dilaporkan. Bahkan sudah ada Kepala Desa yang telah menjalani hukumannya di balik jeruji.

Penggunaan Dana Desa di Kabupaten Samosir menciptakan warna baru, yakni terjadi rivalitas antara BPD dan Kades, karena banyak Kepala Desa yang "nakal", kurang melibatkan BPD terkait perencanaan sampai pertanggungjawaban.

Penulis; Robin Nainggolan

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.