180 Ton Ikan Mati Mendadak di Pangururan, Diduga Kekurangan Oksigen

Bupati Samosir Rapidin Simbolon turun langsung menyaksikan pemindahan ikan yang mati mendadak. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Pangururan

Sekira 180 ton ikan mas dan ikan nila siap panen milik petani ikan di Kelurahan Pintusona, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir pada Rabu lalu (22/3/2018) diduga kekurangan oksigen dan keracunan gas di dasar danau.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon memimpin langsung upaya pemindahan bangkai ikan dari keramba jala apung (KJA), Kamis (23/8/2018)

Langkah selanjutnya, Pemkab Samosir akan melakukan zonasi KJA sesuai Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Danau Toba sekitarnya.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Samosir, Erkanus Simbolon kepada SAMOSIRNews mengatakan, dugaan sementara karena kekurangan oksigen.

Menurut dia ikan yang mati mendadak disebabkan adanya up welling yaitu arus dari di dasar danau. "Jadi airnya kurang kandungan oksigen," sebutnya.

Penyebab lain menurut Erkanus, karena padatnya populasi ikan dalam satu tempat, sehingga sirkulasi udara tidak bagus.
"Kondisi demikian juga mengakibatkan kekurangan oksigen, namun ini hanya dugaan sementara," jelas dia.

Untuk memastikan penyebab, matinya ratusan ton ikan siap panen itu, pihak Pemkab Samosir telah membawa sampel ikan, pakan dan air untuk diperiksa di laboratorium Medan.

Reporter; Josner Sitanggang
Editor; Robin Nainggolan

loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.