Warga Bonan Dolok Kecamatan Nainggolan Nikmati Aek Hangoluan, Ini Videonya

Ibu ini mencicipi aek hangoluan.

SAMOSIRNews - Nainggolan

Sebuah hasil tidak pernah membohongi dari kerja keras. Program pembangunan bagi masyarakat yang kesulitan air bersih merupakan misi yang diusung sekumpulan orang peduli berbagi disatu komunitas.

Mereka adalah "Komunitas Aek Hangoluan".

Di Bonan Dolok, Desa Pasaran Parsaoran, Kecamatan Nainggolan Kabupaten Samosir menjadi bukti nyata misi komunitas Aek Hangoluan. Air bersih kini telah dan sudah mengalir di pemukiman warga.

Pembangunan reservoar di Bonan Dolok, tidaklah dana yang sedikit.

Nominal yang  dikeluarkan Aek Hangoluan tercatat sekitar Rp. 214.000.000,-. Sejumlah uang itu didapat melalui galang donasi atau bantuan partisipasi dari manusia-manusia bernurani kasih dan kecintaan terhadap sesama.

Warga Bonan Dolok, Desa Pasaran Parsaoran.

Misi yang diemban Aek Hangoluan pun disambut baik oleh penduduk Bonan Dolok yang masih memegang teguh kesadaran bergotong royong. Masyarakat memberikan tenaga dan waktu tanpa terkecuali untuk mewujudkan hadirnya air bersih di desa mereka.

Salah satu penduduk Bonan Dolok, Amani Elisabeth Situmorang berkisah, selama ini sulit mendapatkan air bersih, apalagi jika musim kemarau tiba.

"Kami kesulitan air bersih pada saat musim kemarau. Harus bangun jam 4 subuh mengambil air dari sumber mata air yang begitu jauh dari rumah," kisah Amani Elisabeth.

Diutarakan Amani Elisabeth, kehadiran program Aek Hangoluan di desanya sangat disyukurinya dan seluruh penduduk Bonan Dolok.

"Mauliate godang hupasahat hami hu Aek Hangoluan. Nunga jonok be Aek tu jabu nami di Bonan Dolok on, mauliate dohot hu KSB (Komedi Senyum Berbagi)," ungkap Amani Elisabeth menyampaikan rasa terimakasih dan syukur atas mengalirnya air bersih di pemukimannya.

Kades Pasaran Parsaoran Djakkobus Situmorang.

Ucapan terimakasih kepada Aek Hangoluan, juga diutarakan Kepala Desa Pasaran Parsaoran Djakobus Situmorang.

Pejabat pemerintahan desa itu pun juga serta-merta memberikan tenaganya agar tersuksesnya program pembangunan air bersih di wilayahnya tersebut.

"Kami memang sangat merindukan air bersih. Sangat-sangat bangga dan mengucapkan terima kasih kepada Komedi Senyum Berbagi dan juga Aek Hangoluan," ungkap Djakobus Situmoran.

"Awal Pembangunan Aek Hangoluan"
Gagasan pembangunan reservoar untuk penyediaan air bersih di Bonan Dolok digelar pada 21 Desember 2017 lalu.

Aek Hangoluan yang diwakili Ropinus Sihombing, Bolivia Naibaho, Rizal Naibaho meninjau dan menjejaki kondisi lapangan.

Sumber mata air berjarak sekira 300 meter dari pemukiman penduduk. Kondisi akses dari sumber ke pemukiman sangat terjal.

Transportasi pengangkutan bahan-bahan material berupa batu split/kerikil, semen, pasir, banteng, pipa, jaringan kabel diangkut dengan memikul oleh warga.

Mereka bekerja bergotong royong, mewujudkan pembangunan dengan swadaya masyarakat.

Ropinus Sihombing dari Aek Hangoluan selaku arsitek pembangunan merasa bangga dengan kebersamaan warga. Pria asal Kabupaten Humbang Hasundutan, itu meluangkan waktunya demi misi Aek Hangoluan.


Ropinus menjelaskan, air ditampung di hulu dengan sistim penyadapan dan memasang bronjong agar air terkumpul dan dalam genangan diletakkan tangki penyaring air dengan kapasitas 2.000 liter.

Setelahnya, dari tangki penyadapan/penyaringan air dialirkan melalui pipa ke tangki pengumpul dgn kapasitas 3.000 liter yang diletakkan pada bagian hilir sungai di jarak 30 meter dari tangki penyadapan.

Tangki pengumpul di letakkan pada dasar sungai dan dilindungi oleh dinding bronjong untuk menghindari gerusan air bah pada saat musim hujan tinggi.

Dari tangki pengumpul air diangkat dengan pompa ke tangki bayangan berkapasitas 1.050 liter yang diletakkan di lereng bukit.

Tangki bayangan air dipompa ke tangki utama (reservoar utama) berkapasitas 15.000 liter yanh letaknya di halaman rumah warga. Dari tangki reservoar utama kemudian air dialirkan ke dusun Sibala dan Siali mempergunakan daya grafitasi.

"Tentang Aek Hangoluan"

Perjalanan terbentuknya komunitas datang dari gagasan di grup WhatsApp bernama: Komedi-Senyum Berbagi. Grup yang sering disapa 'merenung dibalut senyum,' itu digerakkan oleh Laris Naibaho, Kesty Pandiangan, Rizal Naibaho, Bolivar Naibaho, Ropinus Sihombing, dan masih banyak nama yang berperan melahirkan Aek Hangoluan.

Mereka ini melakukan diskusi interaktif di wadah media sosial. Misi ditetapkan dan dibulatkan, yaitu: Aek Hangoluan adalah menghadirkan air lebih dekat ke penduduk desa.

Aek hangoluan
Konsep dan program yang diterapkan Aek Hangoluan dimulai dari Kabupaten Samosir. Karya nyata itu telah terlaksana dan berhasil dirasakan masyarakat Bonan Dolok, Desa Pasaran Parsaoran.

Aek Hangoluan mengajak semua orang berperanserta dengan tidak mempersoalkan marga, suku,  jenis warna kulit, agama. Berbagi dengan memberi arti kepada sesama hal yang memang perlu nyata diwujudkan.

Laporan Khusus; Abidan Simbolon

Ini videonya;




loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.