Sangat Jujur, Anak Ini Lapor Panitia Akpol Saat Terima Kelebihan Poin


 
Hillary Cornelia Anggito Nataliza (17), calon taruni Akpol. (Audrey Santoso/detikcom)

SAMOSIRNews - Semarang

Hillary Cornelia Anggito Nataliza (17), calon taruni asal pengiriman Polda Metro Jaya, memprotes Panitia Pusat Seleksi Taruna Akademi Kepolisian  Akpol 2018, karena  merasa ada penilaian yang dirasanya tak sesuai.

"Jadi saya itu tiap habis tes, saya tahu nilai saya berapa, itu saya tahu cara penghitungannya karena dari panitia dikasih tahu cara hitung persentasenya. Lalu saya ingat betul renang saya 33,91 detik, jadi nilai renang saya 80," sebut Hillary dikutip dari detikcom di Batalyon Akpol, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/7/2018).

Alumni SMA Taruna Nusantara itu mengatakan, saat panitia mengumumkan nilai akumulatif tes jasmaninya pada monitor,  Hillary  merasa heran pencapaiannya lebih tinggi dari hitungannya. Setelah menghitung ulang dan yakin, dia meminta panitia memperlihatkan ulang nilai-nilai tes olahraga.

"Nilai (akumulatif) tes jasmani 65,3. Selama habis tes, kan nilai dipaparin di layar. Tapi pas saya lihat nilai saya 69,89, saya bingung kok tinggi 4 poin. Saya kira saya salah hitung, ah tapi saya hitung lagi benar nilai saya harusnya 65,3," pungkas Hillary.


Setelah diperlihatkan, dia menyadari kesalahan nilai pada tes renangnya. "Lalu saya lihat di mana nilai saya yang salah, ternyata nilai renang saya jadi 95, itu nilai untung yang renangnya 23 detik," imbuhnya.

Hillary sadar kesalahan penilaian itu menguntungkan dirinya. Tapi dia merasa bersalah terhadap calon taruni lain.
"Sebenarnya nguntungin saya tapi saya nggak enak, ngerasa dosa aja sama temen-en," ucap Hillary.

Setelah selesai kegiatan tes jasmani, Hillary mengaku mendatangi panitia untuk menyampaikan kesalahan penilaian itu. Panitia lalu menerangkan ada kesalahan input nilai.

"Saya mikir lalu selesai acara saya ngomong ke panitia bahwa nilai saya berbeda. Temen saya ada yang nilai renangnya 23 detik, artinya 95. Saya dipanggil panitia dan diklarifikasi, dibawa masuk ke ruang rapat pimpinan panitia pusat," jelasnya.

"Jadi nilai renang saya dibalikin 80. Kata panitianya ada kesalahan input karena ada teman saya dari Metro Jaya juga, nilai renangnya 95," imbuh Hillary.

Hillary anak seorang perwira menengah di TNI Angkatan Udara, ayahnya berpangkat kolonel dan sehari-hari berdinas di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Dia mengaku ayah dan ibunyalah yang mengajarkan kejujuran.

"Papa saya TNI AU, kolonel, dinas di Mabes TNI, mama ibu rumah tangga. Saya nggak merasa rugi (mengaku nilainya lebih rendah). Karena kata papa lebih baik nilai jelek daripada bagus tapi curang," tegas dia.

Hillary mengaku selama tes seleksi calon taruni Akpol, dirinya unggul pada tes bahasa Inggris. Dia menyampaikan, sehari-hari berlatih bahasa Inggris dengan kedua saudarinya.

"Saya suka bahasa Inggris, fasih bahasa Inggris. Di rumah, ngomong sama adik sama kakak pakai bahasa Inggris. Nilai (tes bahasa Inggris di seleksi Akpol) 76. Nilai bahasa Inggris saya tertinggi di sini," ujar Hillary.
Sumber; detikcom
loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.